Peristiwa

Gapura Megah Ini Mengundang Perhatian Publik , Apa Sebabnya ?

REMBANG ,Mediatajam. Com_ Salah satu gapura yang berdiri megah di tepi jalan Pantura turut tanah Desa Balongmulyo Kecamatan Kragan ini bisa dibilang unik .Pasalnya , posisi pembangunan gapura yang berada di RT 7 RW 4 itu menyimpang dari lajur jalan masuk dan tidak seperti pada umumnya sehingga mengundang perhatian warga

Berdasarkan pantauan mediatajam.com dilapangan Gapura itu dibangun diatas tanah kosong, tepat di sebelah akses jalan yang harusnya dilintasi. Padahal, pada umumnya gapura berada posisi di tengah badan jalan sebagai tanda akses masuk suatu wilayah.Sehingga posisi bangunan gapura itu bisa berbahaya terutama saat malam hari, terlebih di lokasi tidak dilengkapi dengan fasilitas penerangan jalan yang memadahi. Beruntung jalanan tersebut hanya sering dilewati warga sekitar yang sudah hafal jalan.

Kepala Desa Balongmulyo, Dari Darnawan saat dikonfirmasi menyebutkan, pembangunan gapura tersebut memang disengaja oleh pihak Desa. Sebab, pihaknya telah merencanakan pembuatan jalan baru tepat di bawah gapura yang baru saja dibangun tahun 2017 lalu

“Oh itu soal gapura , sebenarnya kami sudah berencana membuat jalan baru, masuk Desa. Jadi jalan yang saat ini dilintasi warga ini, akan diganti dengan pembuatan jalan baru, yang posisinya tepat di bawah gapura,” jelasnya

Lebig lanjut Ia mengatakan, gapura tersebut baru dibangun pada bulan Agustus tahun 2017 kemarin. Sedangkan pembangunan jalan diprediksi baru terealisasi pada akhir tahun 2018. Ia mengaku pembuatan jalan baru tersebut dalam rangka menunjang sarana menuju pantai Balongmulyo yang tengah direpresentasikan sebagai tempat wisata baru di wilayah Kabupaten Rembang

“Pembuatan gapura itu sudah masuk dalam perencanaan pembangunan tahun 2017 kemarin, sedangkan jalan kemungkinan baru terealisasi tahun ini. sehingga, daripada kerja dua kali buat gapura, biar sekalian dibangun pas di lokasi jalan baru,” pungkasnya.

Sutono, salah satu warga Desa setempat menyebutkan, keberadaan gapura tersebut memang kerap membuat warga bingung. Terlebih warga pendatang yang baru melintasi di lokasi tersebut rawan salah masuk gang.

“Ya memang kondisinya seperti itu, gapuranya dibangun bukan ditengah jalan, tapi malah di sebelah barat jalan. Memang bahaya, tapi alhamdulillah selama ini tidak ada pengguna jalan yang terperosok, karena kebetulan tepat setelah gapura itu ketinggian tanahnya berbeda, sekitar 2 meter,”terangnya .**Hasan Yahya