Tajam News

Rukma:Generasi Muda Merupakan Calon Pemimpin Bangsa Masa Depan

Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setya Budi

Semarang.Mediatajam.Com.Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setya Budi menyatakan ,Membangun generasi muda sangatlah penting sebab suka tidak suka  merekalah nantiya yang akan menggantikan para senior hari ini .untuk itu kata rukma di perlukan adanya pengkaderan maupun pendidikan  khusus generasi muda ini  untuk harus betu-betul di persiapkan dengan matang agar bisa lebih baik lagi mengisi kekosongan yang di tinggalkan oleh para seniornya nanti .

“Saat ini generasi muda harus betul-betul di sadarkan bahwa kita berbangsa dan bernegara ini hanya satu yaitu Indonesia ,seperti yang di ikrarkan hari sumpah pemuda kemarin jadi tidak ada faham-faham  atau dasar lain yang bisa mempegaruhi mereka ,bagi kita NKRI ,Pancasila ,Bineka Tunggal Ika ,UUD 45itu harga mati slesai .”ujar Rukma dalam prime topik dialog bersama parlemen Jawa Tengah yang mengambil tema’Bangun Pemuda Satukan Bangsa’yang di siarkan langsung Radio MNC Trijaya FM di  Gets Hotel Jl .MT Hariyono Samarang  Kamis (1/11/18).

menurut Rukma ,generasi muda apapun harus jas merah artinya jangan sampai meninggalkan sejarah sebab bangsa ini kata dia  di bangun dengan landasan Pancasila ibarat rumah  pancasila murupakan  pondasi jika pondasi kokoh tidak akan bisa runtuh. maka membangun generasi muda sangatlah penting  untuk itu harus di persiapkan dengan matang bukan hanya sekedar tiori akantetapi mereka juga di ajari untuk bisa berkiprah secara akif dalam membangun bangsa dan Negara karena mereka merupakan calon pemimpin bangsa masa depan  .

“kami menyadari tantangan membangun pemuda hari ini dengan pemuda jaman dulu sangatlah berbeda kalau dulu kita  berani Cuma berbekal bambu runcing melawan senapan tapi semangat kita menang  karena  kita yakin kita benar dan musuh kita jelas.namun di jaman melenial ini musuh kita tidak jelas dimana mereka  perangnya bukan tembak-tembakan lagi  namun memamanfaatkan media sosial (Medsos)mereka  menyebarkan berita Hoax ,ujaran kebencian ,fitnah adu domba dan sebaganya .hal inilah yang harus kita perangi bersama .”tukas Rukma.

Di tempat yang sama Kepala Disporapor Jateng  Urip Sihabudin mengatakan,dari sisi demografis jumlah pemuda dalam usia 16 sampai 30  tahun terus meningkat dari tahun ketahun , Jawa Tengah sendiri kata urip terus mengalami peningkatan  yatu di angka 7,6 atau 24,2 persen  namun ada beberapa potensi yang di satu sisi senang dan satu sisi membuat hawatir .

“Senagnya itu karena sebetulya potensi-potensi pemuda jaman dulu sekitar 1998 nan itu mereka miliki sekarang contoh, soal idiealisme ,sikap kritis  akantetapi ada dua yang tidak di miliki oleh pemuda jaman dulu pertama yaitu  terkait dengan kemampuan berteknologi dan yang kedua adalah masalah pendidikan ,jadi dua ini dulu tidak di miliki datanya adalah 41 persen pemuda kita saat ini pendidikan mereka SMA sampai dengan perguruan tinggi sehingga kalau di bandingkan dengan dulu sangatlah jauh.”jelas Urip.

namun akan menjadi kekawatiran bersama lanjut Urip,jika keberadaan pemuda saat ini tidak di kelola dengan baik  permasalahan yang di hadapi juga sangatlah kompleks.

Ketua KNPI Jateng, Tino Indra W menambahkan, bahwa sebelum kemerdekaan pemuda sangat tertib. Semangat pemuda untuk bersatu sangat bagus. Hanya saja pemuda sekarang tantangannya adalah pada perubahan jaman. 

“Tugas kami untuk bisa mengarahkan, karena anak-anak jaman sekarang sudah pintar dan tentunya sangat penting posisinya, proteknya tambah besar. Namun kita tidak tau apa yang sebenarnya mereka baca dan mereka pikirkan,” ungkap Tino.

Di katakanya, bahwa permasalahan pemuda bukan tanggung jawab pemerintah saja, namun juga tanggung jawab pihak swasta.

“Pemuda sebenarnya yang dicari jati diri, kalau salah pergaulan maka akan menjadi aneh-aneh, untuk itu harus diarahkan,”pungkasnya.**Uut