REMBANG,MEDIATAJAM.com – Ribuan warga Rembang bersholawat bersama Habib Anis Syahab .Acara sholawat bersama tersebut diselenggarakan oleh Syekhermania Se-Ekskarisidenan Pati .Kegiatan digelar di lapangan sepak bola Desa Karangharjo Kecamatan Kragan Senin malam (1 Juli 2019)
Acara yang bernuansa damai dan khusyuk itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah H.Ganjar Pranowo ,Bupati Rembang H Abdul Hafidz beserta Wakil Bupati H.Bayu Andriyanto sejumlah kiai dan Habaib serta Muspika dan seluruh Kepala Desa setempat
Sebelum acara di mulai panitia acara Ainun Najib menyampaikan bahwa rasa hormat kepada kiai, habaib maupun tamu undangan lainnya.
“Yang kami hormati para masyayeh para Kiai serta para tamu undangan juga masyarakat se Kecamatan Kragan yang sudah hadir dalam acara halal bihalal ini,”sambut dia
Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan bahwa kondisi di Rembang sangat kondusif. Baik menjelang tahun politik maupun setelahnya.
“Karena ini halal bihalal kami atas nama pribadi maupun atas nama pemerintah kabupaten Rembang meminta maaf lahir dan bathin. Alhamdulillah setelah selesai pemilihan umum dikabupaten Rembang berjalan kondusif tidak ada gejolak apapun. Maka dari itu Pemilihan umum sudah selesai sekarang tidak ada lagi 01 maupun 02 yang ada sekarang kita kembali seperti biasa karena kita semua bersaudara,”katanya.
Tak mau ketinggalan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun ikut memberikan sambutan. Hanya saja, ia menekankan bahwa saat ini Indonesia harus dijaga dengan baik dan jangan sampai terpecah belah.
“Atas nama pribadi atas nama Gurbernur Jawa Tengah memohon maaf dan mengucapkan minal Aidin Walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin.Mencintai negara dengan ditunjukkan seperti inilah namanya islam rahmatan alamin,”ujarnya.
Di sisi lain, ia juga mengutarakan bahwa perbedaan pendapat saat ini sudah selesai. Dan iapun meminta kepada kalangan masyaramat supaya tak memkai lagimstilah sebutan yang negatif bagi pendukung calon presiden dan wakil presiden yang telah berkontestasi pada pemilu bulan April 2019 lalu.
“Perbedaan pendapat sudah selesai tidak ada lagi antara Kecebong dan Kampret,yang ada hanyalah Indonesia. Sekarang ini yg berbahaya bukan dari mulut kita tetapi jari tangan kita yg bisa menimbulkan permasalahan dengan sembarang mengirim berita di medsos entah itu berita baik maupun berita hoaks,” tandasnya .(san)


