Tajam News

Haul KH. Abdullah Sajad Ke-112, Temukan Fakta Sejarah Di Arsip Nasional

Pengasuh PP Addaenuriyah 2 Semarang KH .Dzikron Adullah kanan saat menyambut kedatangan Dr.KH M.Arja Imroni dalam Haul Mbah Sajad ke 101 .Foto:(Moh Utomo)

Semarang.Mediatajam.Com_KH.Abdullah Sajad yang merupakan salah satu  Ulama’ besar Jawa Tengah tahun ini memasuki Haul yang ke-112 tentunya berbagai kegiatan sudah di laksanakan panitia untuk megenang dan meneladani sosok Ulama’yang bermukim di Sendangguwo Semarang ini.

Dalam  Haul tersebut ,sebelunya panitia telah menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan di antaranya Ialah ,Simaatul Qur,an Bil Ghoib,Bazar,karnaval,hingga pentas Seni pencak silat ,dan Sepak bola api.

Pegasuh Pondok Pesantren (PP) Addainuriyah 2 Semarang KH.Dzikron Abdullah dalam sambutaya mengatakan,bahwa pihaknya sebagai keluarga besarar KH .Abdullah sajad  mengaku telah menemukan sejarah maupun Arsib Nasional  terkait si mbahnya KH Abdullah Sajad  yang pada waktu itu hilang di asingkan oleh Belanda .

“Ternyata Si Mbahe KH Abdullah sajad ini di temukan di buku Arsip Nasional ,di situ di terangkan pengikut panglima perangnya pangeran Diponegoro yaitu Kyai Mojo itu ada 51 Kyai di antaranya adalah Mbah Abdurrahman dari semarang,”jelas KH.Dzikron Abdullah di makam Nolo Sendangguwo Semarang Minngu (19/8/2018).

Menurutnya,pihaknya sudah menghitung –hitung dan di temukan  eranya itu  pada ahir Desember 1828 , Mbah Abdurrahman itu  hilang  bersama rombongan K.mojo hingga di temukan di buang oleh belanda ke Batavia,Ambon dan yang terahir di buang ke Manado daerah Nasrani .

“Orang Belanda pada waktu itu banyak akalnya ,jika di buang ditempat muslim aceh  mungkin pertimbanganya bisa berbahaya,Namun Sebagai Keluarga KH Abdullah Sajad  kami sangat bangga dan salut sekali  banyak peningalan  Mbah Sajad yang ahirnya bisa di buat sejarah di musiumkan di Masjid Agung Jawa Tengah  di antaranya  Al-Quran Tulisan tangan ,Dampar mulang ngaji, Kursi Antik,Bencet,jika ingin melihat monggo rawuh ke Masjid Agung  Insya Allah Ada foto saya yang paling ganteng .”imbuh KH Dzikron di sambut Gelak tawa Jamaa’ah.

Sementara itu ,DR .KH M Arja Imroni  dalam tausiahnya mengatakan ,bahwa  makna dari  acara Haul adalah supaya semua kita ingat akan kematian ,kematian kata dia hendaknya menjadikan nasehat untuk ingat  akan mati .

Di jelaskanya pada suatu riwayat ada seorang Wali bermimpi pada malam Jum,at itu semua orang  di kuburan bangun menanti kiriman do,adari dunia namun ada satu orang tua terlihat santai tidak ikut sibuk menatikan kiriman seperti yang lainnya.

“Mbah Waliyullah di mimpinya itu selanjutnya mendekati orang tua tersebut dengan mengucapkan sallam yang intinya bertanya ,semua orang di kuburan sibuk meminta  kiriman do,a dari dunia namun si kakek ini kok santai .saja jawab si mbah, ternyata  dia santai karena setiap malem jum,at anak cucunya kirim Do,a paket kilat khusus untuk dirinya maka langsung di kirim oleh malaikat ,Inilo paket kilat dari anak cucu kamu di dunia .”jelasnya.

Untuk itu,KH Arja mengajak kepada semua Jama,ah mumpung masih hidup infestasi  terbesar kata dia adalah menciptakan anak-anak Sholeh dan Sholeha.” sehingga nanti jika pada waktunya kita di ambil oleh Allah SWT paling tidak kalau tahlil dan yasinan tidak menuggu dari para tetangga sebab anak-anak sudahmau kirim Do,a .”pungkasnya. **(UuT)