Tajam News

Kasus Laka Tambang Ilegal , Kades Tahunan Sale Ditahan , Ini Ancaman Hukumannya

Rembang,mediatajam.com – Polres Rembang hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan kasus kecelakaan tambang ilegal yang menewaskan operator alat berat yang terjadi di desa Tahunan Kecamatan Sale pada Selasa 7 September 2021 lalu.

Dalam kasus tersebut Polres Rembang telah menetapkan dan menahan Kepala Desa Tahunan Kecamatan Sale Kasnawi dan salah satu warga bernama Radimin sebagai tersangka karena diduga melakukan aktivitas
tambang ilegal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun atas adanya kasus tersebut puluhan sopir truk pengangkut tambang menggelar aksi blokade jalan menuju lokasi tambang .
Mereka sengaja memarkir puluhan truknya di badan jalan dan meninggalkan begitu saja sejak Rabu hingga
Kamis (29-30 /9/2021) petang.

Selain aksi blokade jalan dengan truk mereka juga menutup jalan akses menuju tambang dengan material batu koral di tengah jalan .
Tak hanya itu puluhan ibu-ibu warga Tahunan Kecamatan Sale juga menggelar aksi
demo dengan cara membentangkan poster
untuk menunjukkan dukungan kepada Kades Tahunan yang ditahan di Polres Rembang

Kapolres Rembang AKBP Dandy Ario Yustiawan melalui Kasat Reskrim AKP Herri Dwi Utomo saat dikonfirmasi mengatakan dalam kasus tersebut pihaknya telah menetapkan dan menahan Kepala desa Tahunan Kecamatan Sale Kasnawi selaku pemilik lahan dan alat berat serta pengelolanya bernama Radimin sebagai tersangka

Keduanya ditahan karena melakukan usaha penambangan secara ilegal.
Tersangka melanggar Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara tanpa IUP, IPR atau IUPL, alias ilegal dan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Selain itu tersangka juga dijerat pasal 359 KUHP karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia. Artinya di aktivitas usaha tambang milik Kasnawi dan dikelola oleh Radimin, tidak ada SOP,” jelasnya.

Saat ditanya tujuan para sopir melakukan aksi blokade akses jalan menuju tambang.
Herri menjelaskan.

Puluhan truk pengangkut tambang itu sengaja diparkir di badan jalan untuk menghalangi aktivitas pengangkutan tambang dari perusahaan yang memiliki ijin .
Atas adanya blokade itu aktifitas perusahaan tak bisa berjalan dan dirugikan ratusan juta rupiah

“Saat ini kami telah memanggil dan melakukan pememeriksa terhadap 20 orang , baik sopir maupun pemilik truk yang melakukan aksi blokade jalan.
Pemangilan ini kami lakukan setelah mendapat laporan dari perusahaan yang merasa dirugikan.

Berdasarkan laporan itu, para pelaku blokade jalan terancam pasal 63 ayat 1 UU nomor 38 tahun 2004 tentang jalan. Setiap orang yang dengan sengaja yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dengan ancaman 18 bulan penjara dan denda 1,5iliar.

Dan UU nomor 4 th 2009 tentang minerba, pasal 162. Merintangi atau memggnaggu kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP,
Mereka mengaku akibat adanya blokade itu tak bisa melakukan aktifitas dan mengalami kerugian
ratusan juta rupiah setiap hari.”tegasnya

Sebelumnya seperti diberitakan seoarang operator alat berat diketahui bernama Leles Imam Tobroni (38 tahun) warga Dukuh Pancuran, Desa Tahunan, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang meninggal dunia akibat alat berat yang dioperatorinya terperosok dan jatuh dari ketinggian kurang lebih 15 Meter dari salah satu lokasi tambang diwilayah Kecamatan Sale .

Jatuhnya alat berat yang dioperatori oleh korban diduga akibat longsor.
Saat kejadian disekitar lokasi tambang teradi hujan lebat.(Hasan Yahya)