Tajam News

Komisaris Utama PT.Semen Indonesia Temui Warga Kontra

REMBANG,MediaTajam.Com _Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) yang yang baru saja diangkat menjadi Komisaris Utama PT Semen Indonesia (persero)Tbk Letjen TNI (Purn) DR (HC) H. Sutiyoso, SH menggantikan posisi Mahendra Siregar yang sudah habis masa jabatannya beberapa hari lalu, langsung melakukan kunjungan kerja turun kelokasi pabrik semen milik PT Semen Indonesia (persero) Tbk di Desa Kadiwono Kec Bulu Kab Rembang Kamis (6 April 2017 ) pagi

Usai melakukan peninjauan lapangan , Mantan Gubernur DKI yang datang bersama jajaran Komisaris itu langsung menggelar pertemuan dengan Direktur enginering dan proyek Ir. Aunur Rosyidi, Direktur PT Semen Gresik Sunardi dan Head of Project Heru Indra Widjajanto

“Saya aktif sebagai Komisaris utama baru hari Senin kemarin, saya berharap setelah itu langsung ke Rembang dan alhamdulillah hari ini bisa terwujud ,jabatan ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan sendiri karena saya berada di perusahaan negara yang sehat dan posisi yang strategis dalam program pembangunan infrastruktur secara besar-besaran.Keberhasilan pembangunan pabrik ini merupakan hasil kerja dari semua tim dan tentunya kedepan harus kita tingkatkan agar memperoleh kesuksesan yang lebih besar “ungkap Sutiyoso dihadapan direksinya

Lebih Lanjut kata Sutiyoso terkait adanya permasalahan berdirinya pabrik semen indonesia di Rembang jajaran komisaris akan segera menyelesaikan .Kalau dari sisi teknis saya anggap sudah clear, tapi saya lebih menyoroti dari sisi lain. karena bukan hanya kepentingan ekonomi tetapi banyak ini kepentingan politis

“Saya punya pengalaman yang hampir sama pada saat menjabat Danrem Bogor dan alhamdulillah saat itu masalah bisa kita bereskan. Saat ini opini yang sudah terbentuk bahwa kita telah mendholimi para petani di sekitar pabrik, disitu banyak cerita palsu dan ironisnya dari dalam pemerintah (kementrian) sendiri juga tidak sepaham.Kita ada di pihak yang benar jadi jangan takut dan kita harus selalu siap menghadapinya, sepulang dari sini tolong saya bekali data yang lengkap dan falid untuk mengcounter apa yang menjadi ketakutan/ opini publik.

Pada kesempatan pertemuan tersebut Direktur enginering dan proyek Ir. Aunur Rosyidi,

mengatakan tujuan kegiatan kunjungan kerja Komisaris Utama bersama jajaran ini dalam rangka untuk menggali info yang falid dan benar terhadap isu-isu terkait pabrik semen di Rembang, oleh karenanya perlu keliling dilapangan agar mengetahui kondisi dilapangan yang sebenarnya

“Hasil dari kegiatan ini tentunya akan disampaikan ke pihak-pihak yang berwenang dengan harapan segera terselesaikan segala permasalahan agar pabrik segera bisa beroprasi.”terangnya

Sementara itu Head of Project Heru Indra Widjajanto dihadapam Komisaris Utama memberikan pemaparan terkait rogres pembangunan pabrik yang saat ini sudah diangka 99,26% sehingga secara umum sudah selesai, kecuali long belt conveyer, bahkan kita sudah melalukan trayel dengan bahan baku dari Tuban sebesar 45.000 ton, sehingga adanya isu kita sudah melakukan penambangan adalah tidak benar

“Sebelum PT Semen Indonesia melakukan pembangunan, disekitar lokasi sudah ada tambang yang beroprasi sejak tahun 1996 (tambang eksisting) yang sejauh ini tidak ada protes dari masyarakat dan tidak ada efek tentang air .Zona yang akan ditambang masuk di zona kering (tidak ditemukan air tanah) dan penambangan menerapkan konsep zero run off yaitu memaksimalkan volume air yang masuk ke dalam aquilever yang diakhiri dengan proses reklamasi.

Usai mendengar pemaparan progres pembangunan di gedung CCR ,Komisaris Utama PT Semen Indonesia (persero) beserta rombongan langsung menemui tokoh tolak pembangunan pabrik semen indonesia Rembang Joko Prianto dikediamannya di Desa Tegaldowo Kec Gunem yang didampingi 15 warga penolak lainnya diantaranya Sukinah, Sumarno, Ngatiban dan Sakdullah.

Pada kesempatan tersebut secara bergantian Joko Prianto , Sukinah dan beberapa warga penolak pabrik semen lainnya menyampaikan satu persatu alasan mereka melakukan penolakan terhadap pembangunan pabrik semen dirembang ,salah satu alasannya menolak ,mereka pernah mempertanyakan tentang isu akan berdirinya pabrik semen kepada pihak desa karena tidak memperoleh sosialisasi dan penjelasan hingga tahun 2014

Pada pertemuan itu Sutiyoso yang disambut ramah oleh warga tolak , dihadapan belasan warga tolak tersebut Sutiyoso menjelaskan setiap pembangunan pabrik pada intinya sesuatu permasalahan pasti ada dan pabrik semen yang sudah lama ada tidak ada permasalahan, hanya pembangunaan pabrik semen indonesia di wilayah Tegaldowo Rembang ini saja yang timbul masalah

“Kita PT Semen Indonesia sudah berusaha keras untuk melaksanakan penelitian terkait dengan pembangunan pabrik dan sudah dilaksanakan kajian dari ahli dan pakar bahwa keberadaan pabrik semen tidak akan merusak ekosistem alam yang sudah ada, tetapi tambang yang sudah ada dan beroprasional tidak ada masalah kenapa semen Indonesia dipermasalahkan.Setelah dilaksanakan penambangan oleh Pabrik Semen indonesia tentunya akan dilaksanakan reklamasi untuk penataan lingkungan seperti yang dilaksanakan di Tuban”terangnya

Lebih lanjut Sutiyoso jelaskan investasi yang besar yang dilakukan pemerintah untuk pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Kabupaten Rembang ini tentunya bermanfaat bagi masyarakat dan sudah barang tentu harus segera mungkin pabrik semen sberoprasi

“Tahapan dalam melaksanakan pembangunan pabrik semen sudah dilaksanakan dengan harapan mendapat dukungan dari masyarakat .Semua masukan berkaitan dengan penolakan ini akan diputuskan oleh Pemerintah . Pihak perusahaan siap memberikan fasilitas kepada warga khususnya yang belum sepaham (tolak pabrik semen) untuk datang ke pabrik Tuban supaya bisa mengetahui secara langsung kondisi dilapangan , kami mengucapkan terimakasih atas sambutan yang ramah ini .”terangnya

Dikahir kunjungannya Sutiyoso beserta rombongan meninjau lokasi Embung Tegaldowo yang dibangun oleh PT Semen Indonesia sekaligus bertemu para Kades dan puluhan orang perwakilan warga pendukung pembangunan pabrik semen dari Ring 1.**Hasan Yahya