Semarang Mediatajam.Com.Komisi E DPRD Perovinsi Jawa Tengah Abdul Hamid mengatakan ,Kenakalan anak remaja yang hingga membentuk suatu perkumpulan /geng di semarang saat ini semakin hari semakin membuat resah para orang tua dan masyarakat sekitar, karena mereka rata rata masih di bawah umur namun sudah berani berbuat kriminal sehingga harus berurusan dengan para penegak Hukum.
“Jadi Polisi juga bingung mau di tidak masih di bawah umur kalau tidak di tindak semakin parah ,namun intinya saya sepakat kalau dalam batas kriminal dengan adanya gengster-gengster itu biar pihak yang berwajib yang menanggulangi walaupun itu di bawah usia yang patut di hukum akantetapi minimal tindakan aparat tersebut sebagai pembinaan dan sebagai efek jera pada mereka ,”jelas Abdul Hamid dalam Prime topik yang di siarkan langsung Radio MNCTrijaya FM dengan tema’Degradasi Moral Dan Kenakalan Remaja’di Gets Hotel semarang Selasa (19/2/19).
Menurutnya,Langkah–langkah aparat Kepolisian tersebut selain sebagai pembinaan juga di harapkan supaya tidak memberi efek kepada lingkungan atau remaja yang lain hal itu kata dia sangat penting karena anak-anak remaja selesai sekolah sepenuhnya adalah menjadi tanggung jawab para orang tua maka di perlukan peran orang tua untuk menanggulanginya.”namun jika di luar melakukan kriminal pihak berwajib karus melakukan penertiban dan bahasanya pembinaan yang bisa mengurangi dampak yang lebih luas lagi .”bebernya.
Sementara itu,Kadisporapar Jateng Sinoeng Nugroho Rocmadi mengatakan,bahwa dalam menanggulangi kenakalan remaja di perlukan peran keluarga karena kata dia hal itu sangat penting untuk menjaga pola emosional anak.
“saya kira memang Perlu adanya pendidikan karakter yang bisa mengolah emosional, bukan hanya intelektual karena kecerdasan intelektual hanya berpengaruh 20 persen saja pada tingkah laku, sisanya yang sekian persen lagi tergantung dari kecerdasan emosional masing masing anak ,”bebernya
menurutnya,Disporapar Jateng bersama pihak terkait saat ini terus berupaya mengarahkan remaja untuk selalu berkegiatan positif.”Kami sudah punya wadahnya,mereka bisa lewat kegiatan, tinggal bagaimana mereka mau mengikuti,”pungkasnya.**(Tom)


