Tajam News Hukum

Lelang Aset, BRI KCP Sidareja Cilacap Digugat Nasabahnya

CILACAP,MEDIATAJAM.COM _  Maftuchin( 49) warga asal Kawunganten Nasabah BRI cabang pembantu Sidareja, mengajukan gugatan ke PN Cilacap Nomor. 68/PDT.G/2017/PN.Cilacap. gugatan tersebut terkait hilangnya asset atau agunan miliknya karena di lelang secara sepihak, dan di duga ada konspirasi antara pembeli lelang dengan pihak bank sehingga nasabah merasa di rugikan.

Di dampingi kuasa hukumnya Dedy subekti, ia menjelaskan bahwa pemenang lelang sudah tiga kali berturut turut panggilan sidang tidak menghadiri, untuk itu kami mohon kepada majelis hakim agar lelang di batalkan karena klien kami mengalami kerugian baik materiil maupun immateriil yang tidak sedikit, atau setidaknya di berikan ganti ruginya setimpal, di sesuikan dengan harga pasaran Rp. 2,5 milliar berdasarkan harga taksiran pemerintah desa saat memberikan keterangan kepada awak media Jum’at (10/11/17).

Menurut Maftuchin(49) , asset agunanya terjual harga lelang Rp. 674 juta, dikurangi pembayaran biaya lelang seperti halnya biaya BPHTB Rp. 28 juta, dan untuk mengangsur pinjaman pokok Rp.646 juta, sehingga sisa pokok pinjaman pokok termasuk bunga denda Rp. 140 juta, badahal assetnya mencapai harga taksiran pemerintah desa Rp. 2,5 miliiar, hal tersebut merasa sangat di rugikan atas dijualnya lelang secara sepihak.

Sementara pemenang lelang dalam memenangkanya menurut sumber yang akrab di sapa ‘’dan’’ mengatakan pemenang lelang menghabiskan uang RP. 824juta sementara nilai lelang Rp. 674juta, adapun rincianya biaya pajak Kpknl 1% pajak BPHTB 10% dan yang lainya entah kemana, ujarnya.

Dan sampai saat ini pemenang lelang Chususiah melalui suaminya hakim enggan dimintai keteranganya habis biaya uang sejumlah Rp.824juta, untuk apa saja menurutnya pihaknya tidak merasa di rugikan mau habis uang berapapun, pihaknya urusanya dengan BRI Cabang Pembantu Sidareja.

Sebenarnya, pihaknya tidak akan menjual asset tersebut, dan siap melepaskan assetnya asal ada yang bersedia mengganti biaya Rp. 1,5 miliiar saat di mintai keteranganya di rumahnya di jalan kemerdekaan timur RT 05 Rw. 06 kesugihan Timur

Namun saat di temui di kantornya kepala cabang BRI Pembantu Sidareja, Aerio Makhmud Iwan mengatakan nasabah sudah ihklas, dan semua hal tersebut pihak Kpknl yang melelang, lanjutnya ia hanya melaksanakan sesui aturan dan tidak ada kaitnya dengan pengadilan.

Setiap nasabah yang sudah (restra) atau peninjauan kembali namun menurutnya tidak layak maka hal tersebut di anggap sudah tidak mampu membayar kewajibanya selama 3 bulan angsuran sudah boleh di ajukan lelang tegasnya kepada awak media Senin (28/08).

Sedangkan Imam santoso kasi lelang KPKNL Purwokerto menjelaskan bahwa BRI KCP Sidareja tidak di benarkan menjual asset milik nasabah di bawah harga limit atau harga sisa hutang nasabah, karena lelang boleh di tawarkan di harga limit sesuai hutang nasabah, adapun yang mengajukan dan yang memberi harga lelang ialah BRI dan biasanya BRI juga ikut menawarkanya, sehingga pembeli bisa saja orang dekat nasabah.

“Adapun terkait dengan BRI melemparkan bahwa yang menjual asset KPKNL hal itu menurutnya ingin cuci tangan”, tegasnya.

Sedangkan yang berkembang di masyarakat ada yang mendengar pemenang lelang habis uang Rp. 1,4 miliiar sebagian lagi mendengar Rp. 824 juta, hal inilah yang perlu dluruskan dan di cek kebenarannya agar masyarakat tidak bingung.

Hal ini jelas apabila hal tersebut tidak segera di seleseikan dan ada kepastian hukum dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat, Jika merujuk sikap tegas pengadilan dalam hal ini keputusan Mahkamah Agung (MA) pengadilan tidak membenarkan penjualan obyek hipotik oleh kreditur melalui lelang tanpa ada fiat dari pengadilan negeri setempat.

Juga adanya putusan MA No. 3021 K/ Pdt/1984 tertanggal 30 januari 1984 dalam putusan MA menyatakan berdasarkan pasal 224 HIR pelaksana lelang akibat grosse akte hipotik yang memakai irah irah seharusnya di laksanakan atas perintah ketua pengadilan negeri setempat. **FIRMAN