Peristiwa

Lokalisasi Ditutup Belasan Mucikari Dapat Modal Usaha Baru

REMBANG,MediaTajam.Com _ Berkat pendekan dan komunikasi persuasif antara Forum Koordinasi Kecamatan (Forkopimcam),pengurus Majelis Ulama Indones (MUI) Kab Rembang dengan tokoh masyarakat Kec Lasem akhirnya tempat lokalisasi yang ada di Dorokandang Kec Lasem resmi ditutup

Proses penututupan tempat prostitusi oleh Forkopimcam dengan cara pendekatan dan komunikasi baik kepada belasan mucikari itu memakan waktu cukup lama sehingga tidak ada sedikitpun tindak kekerasan yang terjadi.

Acara penutupan sehari menjelang peringatan hari jadi Kab Rembang pagi itu dikemas dengan tasyakuran dihadiri oleh Bupati Rembang H. Abdul Hafidz , 14 eks mucikari, tokoh masyarakat setempat, Dandim 0720 Rembang, Letkol Inf Darmawan Setiady, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lasem dan Kepala Desa se Kecamatan Lasem.

Dalam sambutannya Bupati Rembang memberikan apresiasi kepada seluruh pihak karena pembersihan lokalisasi tempat prostitusi tersebut berjalan lancar berkat koordinasi yang baik dari jajaran Forum Koordinasi Kecamatan (Forkopimcam), MUI, tokoh ulama dan tokoh masyarakat di dalam melakukan pendekatan persuasif kepada mereka yang terjerumus di jalan yang salah itu, sedikitpun tidak ada tindak kekerasan yang terjadi.

Pendekatan secara kekeluargaan dimulai sejak awal tahun ini, beberapa kali pengajian juga digelar di lokalisasi tersebut sebagai bentuk siraman rohani. Selanjutnya pemkab juga memfasilitasi pelatihan pembuatan tempe bagi para mucikari yang langsung mendatangkan narasumber eks PSK Dolly Surabaya dan kemudian disusul pelatihan membatik dari pihak Pemerintah desa.

Bupati menuturkan pemkab dalam pembersihan prostitusi ini membantu dalam bentuk pendampingan berupa pelatihan life skill dan permodalan usaha. Harapannya eks Mucikari bisa beralih mata pencaharian yang halal.

“Pemerintah sadar harus bertindak cepatuntuk mereka bisa cepat bergerak agar sumber perekonomian mereka tidak terputus. Dana stimulan untuk modal usaha akan kita berikan besok (saat upacara hari jadi kabupaten Rembang ke 276 tanggal 27 Juli 2017). Nanti kalau tidak cukup maka kita akan fasilitasi melalui perbankan atau dari CSR perusahaan- perusahaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para eks mucikari yang telah bersedia dengan ikhlas meninggalkan dunia hitam. Menurutnya manusia yang mulia adalah mereka yang ingin lebih baik dari hari sebelumnya.

Keberhasilan penanganan penyakit masyarakat di Dorokandang akan dijadikan pintu masuk untuk penertiban segala bentuk penyakit masyarakat di daerah lain. Pemkab berharap Rembang bisa menjadi kabupaten yang kondusif dan bersih dari penyakit masyarakat.

Salah satu eks Mucikari, Jasmi mengaku senang bisa berhenti dari pekerjaan haram itu. Ia sekarang sudah memulai usaha warung kopi, dan rencananya jika diberikan bantuan modal dari pemerintah akan digunakan untuk tambahan modal usahanya.

“Kalau dikasih uang nanti ya buat tambahan modal usaha mas. Kemarin saya tidak ikut pelatihan membatik, tapi saya sudah buka usaha warung kopi, “ tandasnya.**Hasan Yahya