Tajam News Kriminal

Oknum Polri-TNI Pukuli Pengendara karena Bikin Onar

Jakarta, Mediatajam.com – Viral video penganiayaan terhadap warga yang dilakukan oleh oknum TNI dan Polisi, tersebar di media sosial. Video yang berdurasi 6 menit 30 detik, terlihat seorang pria menggunakan celana pendek dan kaus kutang tampak dipukuli oknum polisi, TNI, dan warga setempat.

Menurut keterangan Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto, mengatakan, pihaknya  membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut Rikwanto, tempat lokasi kejadian berlangsung berada di daerah Purbalingga, Jawa Tengah, pada Minggu (5/3) kemarin.

Rikwanto menjelaskan, seorang pria yang dihakimi massa tersebut bernama Waskito Budi Utomo. Pria tersebut dipukuli oleh warga dikarnakan pada saat membawa kendaraannya secara ugal-ugalan.

“Waskito mengendarai mobil secara ugal-ugalan, berhenti di tengah jalan dan setelah ditegur petugas, Waskito tidak terima,” kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (6/3). Berdasarkan sumber JPNN.com

Petugas itu merupakan anggota Dalmas Satsabhara Polres Purbalingga Bripda Afifat Agung Dwi Cahyono. Agung, kata Rikwanto, awalnya menegur Waskito yang berhenti di pertigaan jalan dan menyebabkan kemacetan.

Namun, setelah ditegur, Waskito malah mengancam Agung dan menginjak gas mobilnya sehingga hampir menabrak kendaraan lain di perempatan selanjutnya.

“Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi disertai zig-zag dan hampir menabrak truk tronton yang berjalan berlawanan arah. Mobil sempat berputar-putar di tengah perempatan sehingga membahayakan kendaraan lainnya,” tambahnya.

Saat itu, Bripda Agung langsung menyamperi Waskito dan mengeluarkannya dari mobil. Di saat yang sama, warga dan oknum TNI menggunakan baju olahraga memukuli Waskito.

“Di situ terjadi aksi main hakim oleh masyarakat. Saat itu Bripda Agung menelepon petugas Polres Purbalingga untuk bantuan evakuasi,” jelas Rikwanto.

Dalam rekaman, tampak juga Bripda Agung ikut memukuli Waskito. Menurut Rikwanto, Agung terpancing emosinya lantaran Waskito mengeluarkan kalimat yang tidak etis.

Meski begitu, Rikwanto menyampaikan, hal tersebut tidak bisa ditoleransi. Dia pun mengaku, Bripda Agung akan diproses karena tidak melaksanakan tugasnya sesuai dengan profesional.

“Akibat pengamanan Bripda Afifat Agung yang tidak sempurna atau kurang profesional, yang bersangkutan juga diperiksa Propam. Saat ini sedang proses pemeriksaan,” tegas Rikwanto.

Sementara Waskito sudah dikembalikan kepada keluarganya. Menurut keterangan keluarga, jelas Rikwanto, Waskito mengalami gangguan psikis. (RED)