Tajam News

Pelaku Penembakan Mahasiswa Jember, Oknum Polisi Satuan Brimob Polda Jatim

Caption : Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin sedang memberikan keterangan pers dan menunjukan barang bukti

Jember, mediatajam.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin dalam jumpa Pers Siang tadi mengatakan, kasus penembakan Dedi mahasiswa Universitas Muhammdiyah Jember. Adalah seoranga anggota Satuan Brimob Polda Jatim berpangkat Brigadir Satu (Briptu) berinisial B-M (25) yang kini ditetapkan sebagai tersangka.

Irjen Pol Machfud Arifin dalam konferensi pers menerangkan, pengungkapan kasus penembakan yang terjadi di depan Pertokoan Eks Hardys Plaza di Jalan Raya Sultan Agung, Kabupaten Jember yang menewaskan Dedi (25) mahasiswa asal Bima, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (11/3) pukul 02.00 WIB, beberapa waktu yang lalu, pelaku berhasil di amankan berserta barang bukti mobil Honda jazz yang berwarna putih kini menjadi berwarna Abu – Abu.

“Pelaku adalah anggota polisi berpangkat Brigadir Satu yang merupakan anggota Satbrimob Polda Jatim dan yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya, kini pelaku masih dilakukan pemeriksaan intesif, ” kata Kapolda Jatim dalam jumpa pers yang digelar di Mapolres Jember, Senin (13/3/17).

Kejadian yang berawal saat korban Dedi berboncengan dengan Rama yang juga anggota polisi di Kepolisian Sektor Bondowoso dan tiba tiba ada sebuah kendaraan Honda Jazz yang berhimpitan, sehingga korban merasa dihalang-halangi dan menghentikan mobil Honda Jazz itu.

“Awal kejadian tersebut dari proses iring-iringan kendaraan di jalan raya, kemudian ada kesalah-pahaman yang menyebabkan terjadinya pertengkaran dan ada gesekan fisik, kemudian melakukan pengancaman terhadap korban sehingga terjadi letusan dari senjata milik Aanggota Sat Brimob ini, ” tuturnya.

Menurutnya proses hukum akan tetap berjalan, karena pihaknya tidak akan segan untuk mempidana anggota yang melakukan kesalahan, apalagi menyebabkan meninggalnya seseorang.

“Senjata tersebut adalah milik kesatuan dan saat peristiwa itu terjadi, tersangka lepas dinas dan tidak dalam tugas. Kasus itu tidak direncanakan karena spontanitas saja, walau demikian proses tetap berjalan, sebab menggunakan senjata semuanya ada prosedurnya, ” katanya.

Machfud menambahkan, sebanyak empat orang yang berada di dalam mobil Honda Jazz tersebut dan semuanya adalah warga sipil, kecuali tersangka yang merupakan anggota Polri.

“Tidak ada penambahan tersangka karena yang bersangkutan sudah mengakui bahwa senjata itu miliknya dan berdasarkan sejumlah keterangan saksi, serta bukti-bukti yang ditemukan , sehingga tersangka akan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan junto pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang,” ujarnya.

Tersangak, lanjutnya, akan di kenakan saknsi berat berdasarkan kasus tersebut, selain di lepas dari kepolisian, tersangka diancam hukuman seumur hidup. “Pelaku Kemungkinan besar akan di keluarkan dari kepolisian dan diancam seumur hidup, “ ucapnya.

Sejumlah barang bukti yang disita polisi di antaranya satu unit mobil Honda jazz warna silver dengan nomor polisi P-1315-MA yang diubah menjadi N-573-RE, satu unit sepeda motor Suzuki smash warna hitam biru bernopol EA-2617-SF, satu buah helm standart  warna hitam milik korban yang terdapat bercak darah.

Kemudian satu buah sandal gunung merk ardiles warna hitam milik korban, satu pucuk senjata api genggam jenis revolver merk COD dengan Nomor senpi 646200 dengan empat butir amunisi senjata revolver milik pelaku. (HRD).

Penulis                        : Hardiyanto

Editor              : Budi Supriyatno