Tajam News

Ini Penyebab , Aksi Nekad Warga Karas Tabrak Pintu Masuk Bank Jateng Dengan Dumptruk

REMBANG,Mediatajam. Com – Kasus penabrakan pintu masuk Bank BPD Jateng Cabang Rembang yang dilakukan oleh oknum PNS warga Kecamatan Sedan sudah mulai terungkap. Pasalnya, kasus tersebut telah ditangani oleh Polres Rembang .

“Ya, pelaku penabrakan itu yakni Mardiono (55) warga Desa Karas Kecamatan Sedan. Sebab, pria yang diketahui sebagai pensiunan PNS itu diduga sakit hati dengan pihak bank lantaran ada beberapa aturan yang dinilainya sepihak dan belum diberitahukan kepadanya selaku nasabah.

Saat itu, ia terpaksa merangsek masuk ke Bank Jateng sembari membawa kendaraan dum truk warna biru bernomor polisi K 1614 NG dengan sengaja menabrakan beberapa fasilitas yang ada di bank itu.

Truk yang digunakan untuk menabrak

Al hasil, kendaraan itu lalu dihentikan oleh petugas keamanan. Akhirnya Mardiono diadukan oleh Satpam setempat, dan tak lama kemudian polisi dapat mengamankannya serta mengintrogasi pelaku.

Sementara itu, nasabah ataupun warga yang berada di sekitar bank pun dibuat tercengang dan menduga menduga.

Kanit IV Reskrim Polres Rembang yang sementara menangani kasus itu Ipda Rukmini mengungkapkan bahwa saat ini Mardiono telah selesai diperiksa.

“Saat itu memang pelaku mengakui bahwa masih mempunyai tanggungan dengan bank Jateng. Yakni saat masih aktif sebagai PNS masih mempunyai tanggungan utang
ClickRp. 300 juta dengan jangka waktu 15 tahun,”kata dia sesuai pengakuan pelaku.

Kemudian, mengenai sebab musababnya kejadian itu, ia mengutarakan bahwa dari pihak pelaku mengaku merasa kesal dengan aturan yang ada dan merasa tidak diberitahu oleh bank.

“Pinjaman berjalan satu tahun. Setelah itu pelaku melakukan pensiunan dini. Tiba tiba jangka waktu angsuran itu diperpendek oleh pihak bank secara sepihak. Mengingat angsuran itu diambil dari angsuran taspen, dan dirasa besaran atau nominalnya angsuran dirasa masih kurang,”paparnya sesuai cerita pelaku saat diperiksa.

Dia melanjutkan, dari pendalaman itu, pelaku tidak menerima yang dilakukan oleh BPD Jateng. Sehingga menyulut emosi mengingat jangka waktu saat kredit tersebut yang semula 15 tahun menurut pelaku diubah tanpa sepengetahuan alias sepihak dari pihak bank.

“Sesuai penuturan pelaku, jangka waktu itu diubah sepihak dari pihak bank dan tidak dijelaskan saat akad kredit. Dan saat Rabu (17/10) dari keterangannya, ada kegiatan rekam data. Nah saat itu pelaku memarkir truk di sebelah selatan. Setelah  melihat kondisi bank, dan ternyata di rasa aman, pelaku langsung menabrakan dum truknya di teras hingga pintu masuk bank,”paparnya.

“Saat itu pihak pengadu yakni satpam Bank. Menurut aduan satpamnya, bahwa failitas bank ada yang rusak. Yakni kaca depan lobi pecah, tempat pegangan nasabah besi rusak, papan informasi. Hanya saja, jumlah kerugian belum bisa disebutkan,”ungkap dia sesuai pengaduan satpam Bank BPD Jateng selaku pengadu.

Atas insiden ini Mardiono dikenakan pasal 406 tentang pengrusakan fasilitas umum dengan ancaman 2 tahun penjara.

“Dia mengaku sakit hati sebab tak ada toleransi dari pihak bank. Apakah mengenai aturan atau sejenisnya. Tentunya untuk saat ini pihak bank belum diperiksa,”pungkas dia.

Sementara itu, Dwi Handoyo Kepala Bank Jateng Cabang Rembang saat dikonfirmasi mediatajam.com melalui pesan whastapp belum memberikan keterangan apapun , karena masih berada di Semarang .
(Hasan Yahya)