Peristiwa

Prihatin Pelayanan Kesehatan , Relawan Jamkeswatch Jalan Kaki Surabaya – Jakarta

TUBAN,MediaTajam.Com _ Sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas kasus kematian bayi Tiara Debora Simanjorang  (4 bulan) Putri Pasangan Suami Istri Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi yang meninggal karena diduga terlambat mendapatkan penanganan di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat membuat seorang relawan Jamkeswatch bernama Ade Kenzo melakukan aksi longmarch Surabaya – Jakarta.

Aksi jalan kaki atau Longmarch Surabaya – Jakarta yang dimulai sejak tanggal (19 September 2017 ) dan dilakukan seorang diri itu bertujuan menuntut Pemerintah untuk memperbaiki sistem jaminan kesehatan ,Aksi longmarch dengan kawalan belasan anggota KSPI direncanakan akan memakan waktu selama 36 hari kedepan

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediatajam.com besok Sabtu (23/9/2017) siang Ade Kenzo bersama rombongan KSPI akan mulai memasuki wilayah Kab Rembang Jawa Tengah setelah istirahat di Kab Tuban Jawa Timur yang difasilitasi tempat menginap oleh Komunitas Apa Kabar Tuban (AKT).

“Semalam kaki ade lecet dan kondisi badannya lelah sehingga perlu istirahat dan perawatan medis ,Besok pagi mudah mudahan kondisi sudah membaik dan Ade siap melanjutkan perjalanan,” ujar Arif, relawan Jamkeswatch yang mengawal longmarch menggunakan ambulance.

Sepanjang perjalanan, rombongan membagikan selebaran berisi tuntutan perbaikan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Mereka antusias dan mendoakan agar peserta longmarch sampai di Jakarta dengan selamat.

Di Tuban, longmarch disambut oleh berbagai komunitas seperti Apa Kabar Tuban (AKT), RM Layar 6, Pemuda Tuban Peduli Sosial (PTPS), RONGGOLAWE, GARONG’T, Ronggomania, Dirut RSUD Dr. Koesma Tuban, dan KCU BPJS KESEHATAN Tuban.

Setelah Tuban, kota-kota yang akan dilewati adalah Rembang. Berikutnya Pati – Kudus – Demak – Semarang – Kendal – Pekalongan – Pemalang – Tegal – Brebes – Cirebon – Indramayu – Subang – Purwakarta – Karawang – Bekasi – Jakarta.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal melalui Ketua Departemen Komunikasi dan Media Kahar S. Cahyono menegaskan bahwa jalan kaki Surabaya – Jakarta ini mengusung tuntutan perbaikan jaminan kesehatan, seperti:

1. Mewajibkan seluruh klinik dan rumah sakit menjadi provider BPJS Kesehatan, tanpa terkecuali.

2. Tingkatkan anggaran biaya jaminan kesehatan melalui APBN.

3. Pastikan 80 juta penduduk Indonesia yang belum mempunyai program jaminan kesehatan menjadi peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh negara bilamana mereka tidak mampu membayar.

4. Hapuskan sistem INA CBGs yang menyebabkan antrian pelayanan dan biaya murah sehingga menurunkan kualitas pelayanan klinik dan rumah sakit.

“Longmarch ini adalah bentuk kepedulian kaum buruh untuk rakyat Indonesia. Kami menyebutnya dari parik ke publik,” kata Kahar

Longmarch jalan kaki yang dilakukan anggota FSPMI dan KSPI ini, lanjut Kahar membawa isu revisi total sistem JKN-KIS. Faktanya, setelah bayi Debora, ditemukan lagi kasus ibu Rohaini yang meninggal dunia di Bintan Kepri setelah di tolak di RSUD Kepri serta meninggalnya bayi Inayah di Bekasi dan bayi Dedeh di Bogor karena program BPJS yang buruk seperti INA CBG’s.

“Jalan kaki Surabaya Jakarta akan terus berlanjut sampai pemerintah tidak lagi buta dan tuli terhadap aspirasi buruh dan rakyat agar supaya pemerintah bisa selalu memfasilitasi masyarakat. “Sehingga nantinya tak ada Debora Debora lainnya,” pungkasnya .**Hasan Yahya