REMBANG,Mediatajam.Com – Puluhan guru PAUD perwakilan dari 14 Kecamatan se- Kabupaten Rembang mementaskan tari kolosal “Aku Anak Indonesia” di alun – alun Rembang. Kamis (30/2018)
Acara tersebut merupakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) ke XIII Kabupaten Rembang.
Selain menunjukan tari kolosal para guru, ratusan anak anak PAUD dan lembaga pendidikan juga dilibatkan dalam penyemarakan HUT tersebut.
Sebab, sebelum acara puncak, pihak HIMPAUDI Rembang menggelar beberapa serangkaian yang dimulai dari tanggal 11 hingga 30 Agustus 2018 ini. Acara itu baik mulai dari berbagai festival untuk para pendidik, pengelola lembaga PAUD, lomba karya tulis guru maupun lainnya.
Selain itu juga ada festival atau lomba anak serta Gerakan Nasional Membaca Buku (Gernasbaku) yang dilakukan oleh orang tua kepada anak anaknya.
Di sisi lain, dalam puncak acara HUT tersebut, ribuan guru PAUD yang ada di kota garam ini meminta supaya status mereka dapat disetarakan dengan pengajar lainnya. Mengingat para SDM maupun fasilitas PAUD yang ada di Rembang sudah mulai menunjukan perbaikan.
Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Rembang Fenti Yusnia Alfasanah mengatakan, tentunya puncak acara ini diharapkan dapat memberikan semangat dan mendongkrak kemajuan PAUD di Rembang.
Semangat para guru tersebut tak lepas dari para perjuangan pendidiknya. Baik yang sudah menempuh pendidikan S1 maupun yang proses pendidikan bahkan sudah ada yang S2.
“Dari 1.274 guru PAUD se Rembang, 590 sudah S1, 87 baru proses S1, lulus S2 1 orang, D3 7 orang, D2 15 orang, D1 1 orang, SMA 564 orang dan SMP sebanyak 8 guru,”urainya.
Kemudian ia juga menyinggung bahwa di UU tentang pendidikan yang ada, peran guru PAUD tidak serta merta disebut guru. Sehingga pihaknya berkeinginan untuk bisa meminta kepada pemerintah supaya status guru PAUD bisa disetarakan dengan pendidik lainnya.
“Guru guru PAUDnya juga sudah ada yang lulus S1, bahkan S2, sehingga kita juga berkeinginan untuk bisa disetarakan dengan yang lain. Bahkan HIMPAUDI Pusat ini tengah berjuang dengan didampingi Bapak Yusril untuk bisa disetarakan dan dimasukan dalam UU pendidikan,”ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong kepada guru lainnya untuk bisa selalu menempuh pendidikan guru PAUD atau pelatihan lainnya. Supaya SDM para pengajar bisa maksimal.
“Peningkatan kompetensi, SDM atau pendidikan guru ini kita terus dorong. Sehingga ke depannya para pengajar PAUD di Rembang bisa mempunyai SDM yang baik dan mumpuni. Dan kita akui saat ini SDM kita sudah menunjukan kemajuan yang baik,”bebernya.
Menanggapi permintaan HIMPAUDI mengenai kesetaraan tersebut, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengutarakan bahwa Undang undang tentang pendidikan saat ini tidak serta merta mengenyampingkan posisi guru PAUD itu sendiri.
“Hal itu memang tidak semata mata melecehkan guru. Memang Undang undang kita belum memasukan HIMPAUDI . Dan mudah-mudahan perjuangan untuk bisa dimasukan ke dalam Undang undang tentang pendidikan bisa diubah, dan diakui sebagai guru oleh bangsa dan negara,”tuturnya.
Sementara itu, ia juga bakal menjanjikan para guru tersebut untuk bisa tampil di hadapan tamu negara yang akan berkunjung ke Rembang serta akan memberikan tambahan pendapatan bagi guru PAUD.
“Tampilan tari HIMPAUDI sangat bagus. Sehingga nanti akan kita tampilkan di hadapan tamu negara. Sebab bulan November depan akan ada ratusan keturunan Tiong Hoa dari berbagai negara berkunjung ke Rembang untuk menelusuri budaya.
Jangan khawatir gaji tak tambahi,”ucap dia sembadi disambut tepuk tangan ribuan guru yang hadir di alun alun Rembang. (Hasan Yahya)




