Tajam News

Hari Ini SK Resmi Ditutup, Begini Pesan Walikota Semarang

Semarang ,mediatajam.com – Relokasi Sunan Kuning atau yang lebih dikenal dengan sebutan SK secara resmi ditutup oleh pemerintah Kota Semarang pada Jumat pagi (18/10/19). sebanyak 448 WPS penghuni relokasi SK itu mendapatkan dana tali asih sebesar 5 juta rupiah yang cair melalui rekening Bank Jateng.

” Jadi sebanyak 448 saudara kita yang kemarin bekerja disini mendapatkan tali asih sebesar 5 juta rupiah, saya berharap itu bisa digunakan untuk membuka usaha ditempat asal masing-masing .sekecil apapun usaha yang kita lakukan tapi jika kita ikhlas dan tekun insya Allah akan berkah dan yang terpenting sehat dan halal”, kata walikota Semarang usai secara simbolis me nutup tempat tersebut.

Hendi menambahkan, bagi WPS yang asal Semarang masih bisa memanfaatkan fasilitas seperti kredit wibawa,pelatihan-pelatihan , dan penempatan di perusahaan swasta yang bisa dikomunikasikan dengan dinas terkait.

Disinggung masih adanya tempat karaoke di kawasan itu, Hendi menyebut jika 177 tempat karaoke itu masih diberi kesempatan selama satu tahun ini untuk mengurus perijinan dan dilarang ada prostitusi didalamnya.

“Setelah kita data 177 karaoke itu masih kita beri kesempatan tapi harus mengurus ijin karena menghilangkan sekaligus akan sulit karena banyak warga setempat yang mencari nafkah disitu, tapi kalo sampai kita temukan disitu ada praktik prostitusi pasti akan kita tutup langsung “, tegas Hendi.

Sementara itu Suwandi pengelola lokalisasi SK menyatakan siap mematuhi aturan Pemkot Semarang dan akan membantu apa yang menjadi programnya.

“Ya ini mungkin sudah saatnya kita Semarang untuk menutup tempat lokalisasi SK ini, kita mendukung dan paham terkait itu tentunya kita berterima kasih pada karena penutupan ini berjalan dengan sangat kondusif dan penghuni diberikan tali asih untuk mereka membuka usaha atau bekerja yang lebih baik”, terang Suwandi.

Salah satu WPS asal Boyolali yang enggan disebut namanya mengaku akan menggunakan uang 5 juta itu untuk membuka usaha warungan di daerah asalnya, perempuan paruh baya yang telah menghuni SK selama satu tahun ini mengaku ingin bertobat dan menjadi lebih baik setelah ditutupnya lokalisasi ini.

“Saya akan buka warungan mas di kampung saya.ya ini sebenarnya terpaksa saya bekerja seperti ini akibat desakan ekonomi. Semoga setelah ini saya bisa menjalani hidup yang lebih baik”, ungkapnya.**SEFRIN