Tajam News

Tak Kantongi Ijin , PT Malindo Bangun Pabrik,Warga Resah Akan Dampak Lingkungan

REMBANG, MEDIATAJAM.COM _ Kendati belum mengantongi  izin yang dibutuhkan, PT Malindo Feedmill, perusahaan asal Malaysia yang bergerak di bidang ternak, melakukan kegiatan  pembangunan pabrik di Desa Kasreman Kec/Kabupaten Rembang.Hal itu terungkap pada sosialisasi di Balai Desa Kasreman yang dihadiri puluhan warga, Perwakilan perusahaan, dinas terkait, Polsek dan Koramil Rembang, Kamis (23/3) malam.

Saat ini PT Malindo dalam proses melakukan perataan lahan (cut and fill). Padahal sesuai aturan, aktivitas tersebut tidak boleh dilakukan sebelum terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Lokasi pabrik di lahan seluas 20 hektare yang akan dibangun kandang pembibitan ayam pedaging tersebut menimbulkan keresahan warga.

Sukari, salah satu warga Kasreman, membeberkan, setelah sebulan lebih beroperasinya alat berat milik kontraktor pabrik menimbulkan dampak kerusakan parah pada jalan di desa. Warga pun mempertanyakan transparansi pihak perusahaan, karena hingga kemarin baru sekali melakukan sosialisasi.

“Adakah persetujuan dari warga sekitar pembangunan pabrik, dan bagaimana izin IMB serta HO apakah sudah dipenuhi, kami tidak tahu. Terkait kerusakan jalan kami juga berharap perusahaan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara Arif, warga lainnya, mengaku khawatir akan berkurangnya debit air tanah di Desa Kasreman. Sebab menurut penuturan perusahaan, jika pabrik sudah beroperasi akan menyedot sekitar 60 ribu meter kubik air perhari. Belum lagi masalah bau yang ditimbulkan dari kandang ayam serta pembuangan limbah.

Sementara itu, staf Bidang Perizinan pada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Rembang, menjelaskan, saat ini PT Malindo Feedmill telah mengantongi izin prinsip penanaman modal dan izin lokasi. Dia pun mengakui, IMB pabrik masih dalam proses. Meski menabrak aturan, dia berdalih hal itu sesuai dengan instruksi Presiden untuk mempermudah investasi.

“Jika mengacu aturan seharusnya (pembangunan, Red) tidak bisa dilakukan dulu. Namun tetap dilakukan karena ini sudah sesuai dengan program Nawacita Presiden untuk mempercepat investasi,” tukasnya.

Dengan adanya investasi perusahaan ternak asing terbesar ketiga di Indonesia tersebut, kata dia, masyarakat juga akan merasakan manfaat domino, terutama di sisi ekonomi. “Karena itu kami memohon bapak-bapak warga Desa untuk bisa bersinergi dengan perusahaan,” pintanya.

Manajer Legal PT Malindo, Hasan Asyari, menuturkan, PT malindo memilih lokasi di Rembang karena dinilai strategis bagi industri peternakan. Selain itu, Desa Kasreman memiliki kadar air yang cukup bagus.

Saat ini, pihaknya baru melakukan sosialisasi, sebab saat ini pembangunan pabrik masih dalam tahap cut and fill. “Sedangkan untuk proyek besar kita masih dalam proses pemenangan tender,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran warga akan dampak lingkungan, pihaknya memastikan akan mengatasi hal tersebut sehingga tidak berdampak buruk bagi warga setempat.”tandasanya .**hasan yahya