Tajam News Kriminal

Wanita Muda Asal Thailand Ditangkap Petugas Bea Cukai Semarang Karna Bawa Sabu 1,16 Kg

SEMARANG,MEDIATAJAM.COM _ Seorang warga negara Thailand bernisial WB yang mengaku berprofesi sebagai penyanyi diamankan oleh petugas Bea Cukai Tanjung Emas karena kedapatan menyelundupan methamphetamine atau sabu-sabu melalui Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Wanita bernama Wilaiwan Boonyiam (22) ditetapkan sebagai tersangka. karena kepergok membawa narkotika jenis sabu seberat 1,15 kilogram dan kini telah diamankan sebagai barang bukti.

Menurut Kepala Kantor Pengawasan Dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil, yang bersangkutan diamankan usai turun dari penerbangannya dari Singapura menggunakan Silk Air, Minggu (1/7). “Tersangka berangkat dari Bandara Bangkok ke Singapura setelah itu baru ke Semarang,” terangnya saat jumpa pers di kantornya, Semarang, Selasa (3/7).

Tjerja menambahkan, tersangka ini mulanya mampu mengelabuhi petugas saat melalui pemeriksaan x-ray. Namun, berkat kelihaian petugas yang berhasil mendapati gerak-gerik mencurigakan tersangka, pengungkapan sukses dilakukan.

“Barang bukti diselipkan salah satu sisi tas yang kemudian dilapisi dengan bahan plastik sehingga lolos pemindaian. Tapi sesudah itu, dia malah kelihatan seperti orang bingung dan kita datangi saat itu juga,” ungkapnya.

Dari keterangan sementara,  wanita ini mengaku sebagai seorang penyanyi dan baru pertama kali ke Semarang dengan tujuan shopping. Petugas mengalami sedikit kendala lantaran Wilaiwan tak mampu berbicara dalam bahasa Indonesia maupun Inggris.

Dari Pemeriksaan barang bawaan tersangka, kemudian didapati satu bungkus kristal bening yang lantas diidentifikasi sebagai metamphetamine. Atas temuan itu, petugas membawa Wilaiwan ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas untuk pemeriksaan dan control delivery bersama Tim Badan Nasional Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.

“Hasil pemeriksaan, didapati bahwa tersangka diperintahkan menginap di salah satu hotel di semarang. Dan akan dibelikan tiket pulang seusai oleh yang memerintah usai berhasil memberikan narkotika tadi ke satu orang di Semarang,” kata Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru.

“Tersangka dijanjikan uang senilai USD 1.500 atau sekitar Rp 21 juta sekembalinya dari Semarang. Namun, Agus mengatakan, apa yang dilakukan tersangka sebagai kurir sabu ini adalah perbuatan yang pertama”, tambah Tri Agus.

“Terlihat dari passport yang juga kita amankan sebagai barang bukti, selain sabu dan tasnya, ia baru pertama ke Indonesia. Kami masih akan melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat,” kata Agus lagi.

Tersangka akan terancam dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1, Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.**SEFRIN