Tajam News Hukum

Warga Datangi Kejari Kendal , Terkait Dugaan Korupsi Desa Cening Kendal

Kendal, Mediatajam.com _ Warga meminta kejelasan dan Klarifikasi kelanjutan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum kepala desa di desa Cening, Singorojo, belasan warga desa datangi kantor Kejaksaan Negeri Kendal pada Kamis (23/8) Siang.

Mereka merasa laporan yang mereka sampaikan pada bulan September tahun lalu itu masih belum menemukan titik temu. Padahal warga desa merasa segera kasus itu diusut hingga tuntas.

Dengan membawa berbagai berkas dan bukti atas tindakan dari oknum itu, para warga langsung menemuni pihak kejaksaan untuk menanyakan sampai mana penyidikan kasus dugaan korupsi itu.

Surawan, warga desa Cening menjelaskan dugaan korupsi tersebut dilakukan sejak tahun 2015 hingga tahun 2017. Menurutnya oknum tersebut telah menggunakan Dana Desa secara tidak transparan dan tidak sesuai dengan realisasi pembangunan di desanya.

“Seperti pembangunan gedung Koperasi Unit Desa, yang telah dianggarkan dan telah terlaksana namun hingga saat ini tidak ada,” ujarnya.

Selanjutnya dalam penganggaran hingga pembuatan laporan hasil kerja, oknum tersebut juga tidak transparan dan terkesan menutup-nutupi.

Warga lainnya, Jumarno menerangkan oknum tersebut berusaha mencari keuntungan dan memanfaatkan Dana desa untuk kepentingan pribadinya. Ia merasa para warga desa sangat dirugikan.

“Kami berharap kejaksaan segera menuntaskan penyidikan kasus itu. Kami warga desa menginginkan kepastian,” terangnya

Sementara itu, Kepala Kejari Kendal, Yudi Hendarto menerangkan pihaknya saat ini sudah melakukan proses penyidikan, dan saat ini pihaknya juga tengah menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat kendal atas proses pengaduitan laporan keuangan terhadap realisasinya.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan Inspektorat untuk melakukan proses pengauditan di desa itu. jika sudah selesai maka dilanjtukan untuk proses selanjutnya,” terangnya

Menurutnya untuk penetapan menjadi tersangka maka dibutuhkan beberapa hal yakni Berita Acara Perkara, Laporan Hasil Pemeriksaan dan Keterangan dari Saksi ahli.

“Dari LHP akan diketahui kerugian negara ada berapa, sehingga bisa dilakukan penetapan tersangka atas duggaan korupsi ini,” jelasnya (m.syifak)