REMBANG,MediaTajam.Com_Kabupaten Rembang merupakan daerah agraris memiliki lahan seluas 60 ribu hektar lebih dengan kondisi itu untuk memaksimalkan potensi pertanian tentunya peran Penyuluh Pertanian Lapangan harus dioptimalkan
Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang H Abdul Hafidz usai penyerahan SK CPNS dari Kementrian Pertanian RI kepada 16 Tenaga Harian Lepas dan Tenaga Bantu (THL TB) Penyuluh Pertanian . SK diserahkan langsung oleh Bupati Rembang H.Abdul Hafidz didampingi Wakil Bupati Bayu Andriyanto di aula lantai 4 Kantor Setda Rembang Senin
Bupati dalam kesempatan itu menyebutkan bahwa Rembang merupakan daerah agraris dan pertanian juga menjadi program prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) , Pertanian menjadi kontributor terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB ) Rembang , pada tahun 2016 saja menyumbang sebesar 36 persen.
Dengan jumlah luas lahan itu tentunya peran petugas PPL harus benar- benar dioptimalkan. Jika tidak maka potensi tersebut akan sia- sia.
Untuk memaksimalkan potensi pertanian, PPL memiliki peranan penting. Mereka harus diberikan tugas yang betul- betul membantu para petani.
“Saya minta kepada Kepala Dinas agar PPL ini diberi tugas, kapling- kapling. Berapa besar, berapa hektar si A ini harus memproteksi, harus menganalisa, harus mengawasi atas kewajibannya ini. Misalnya dua desa ada berapa hektar nah lahan itu harus ditanami apa agar petani mendapat kepastian,” terangnya.
PPL dinilainya tidak boleh hanya mencatat, tetapi harus memberikan masukan kepada para petani. Diakuinya para petani memang memiliki cukup pengalaman, namun mereka cenderung masih tradisional.
“Terhadap kemajuan teknologi dan perubahan iklim, sangat dibutuhkan peran dari PPL. Padahal perubahan iklim ini sangat mempengaruhi produktifitas dan jenis tanaman.”
Bupati menilai sejauh ini PPL masih belum melakukan apa yang dikatakan Bupati. Harapannya setelah ini PPL bisa melaksanakan tugas seperti yang disarankan tadi, sehingga petani bisa mendapatkan hasil panen atas apa yang mereka tanam dengan maksimal.**Hasan Yahya


