Tajam News

20 Tahun Juwariyah Dorong Gerobak Di Jalur Pantura Sarang

REMBANG,Mediatajam. Com _ Pengorbanan seorang Ibu terhadap anak – anaknya diibaratkan seperti matahari yang terus memancarkan sinarnya tanpa mengenal lelah, tanpa mengharapkan balasan .Ibu tak pernah menghitung berapa banyak harta, waktu, perhatian, pengorbanan, tenaga, bahkan bila perlu nyawa sekalipun Seperti halnya apa yang dialami Juwariyah (57) wanita asal Sendang Mulyo Kecamatan Sarang Pasalnya, wanita yang bersuamikan Rusdi ini mempunyai pekerjaan yang berat berbeda dengan perempuan pada umumnya di wilayah setempat.

Ya, pekerjaan yang ia geluti sejak 20 tahun silam itu yakni menjual air keliling dengan menggunakan gerobak di area wilayah Kecamatan Sarang.

Tak hanya itu, ia juga mendorong atau menarik gerobak dan memikul ratusan jerigen yang berisikan air tersebut sendirian mulai dari Jam 07.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Kepada mediatajam.com Juwariyah yang telah dikaruniai 3 putra dan 5 orang cucu itu mengaku menjalani pekerjaan sebagai penjual air secara kelilingan ini awa mulanya ingin membantu meringankan beban suaminya

“Awal mulanya ingin membantu suami. Sebab saat itu permintaan warga untuk dikirimi air sangat banyak. Dan itupun suami saya tidak bisa memenuhi. Sehingga saya ikut membantu ini,”ungkapnya.

Untuk memenuhi pelanggannya, ia harus bolak balik 5 kali ke pengisian air dengan melalui jalur pantura dbawah teriknya matahari.

“Dahulu pelanggannya cukup banyak yakni 100an orang. Namun sekarang hanya 50an orang. Untuk memenuhi pelanggan, saya bisa 5 kali ngisi gerigen ini. Setiap pengisian, saya harus membawa satu songkro yang berisikan 20 gerigen,”urainya.

Kemudian saat ditanya soal harga kepada pelanggan, ia membeberkan untul satu pikul atau dua gerigen dihargainya sebesar Rp. 3 ribu.

“Satu pikul (2 gerigen) ya sekitar Rp. 3 ribu,”ungkapnya

Dengan harga segitu, jika masyarakat sekitar juga sering mengungkapkan rasa iba dan sejenisnya.

“Kadang sehari Rp. 30an ribu kadang bisa lebih sedikit lah. Yang penting bisa nyambung hidup,”ujar dia.

Tak hanya itu, ia juga mengakui kenapa masih bertahan menggunakan gerobak. Sebab jika beralih ke kendaraan, ia ngaku tak bisa membayar angsuran.

“Pakai gerobak juga tak apa apa. Sebab jika membeli kendaraan roda tiga, saya tak bisa membayar angsurannya. Mengingat angsuran motor juga mahal,”pungkasnya **Hasan Yahya