REMBANG,Mediatajam.Com _ Bupati Rembang. H. Abdul Hafidz menyebutkan jika periode 2015 hingga 2021 pihaknya beserta jajaran yang ada bakal merehab rumah tak layak (RTL) huni sebanyak 23 ribu unit.
Hal itu disampaikannya saat acara rapat musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di gedung DPRD, Kamis (/3/2018).
Dalam sambuatannya ia menyatakan bahwa pembangunan secara menyeluruh diperlukan peningkatan kwalitas kesehatan dan pendidikan.
“Saya berharap semua instansi dan semua elemen masyarakat bersama sama mengatasi
peningkatan pendidikan dan kesehatan serta mengentaskan kemiskinan,”harap Bupati di depan Anggota DPRD dan peserta Musrenbang.
Sementara itu, ia juga mengungkapkan bahwa periode 2015 hingga 2021 bakal merehab ribuan rumah tak layak huni.
“Periode 2015 2021 untuk bersama sama menurunkan angka kemiskinan di Rembang dengan salah satunya merenovasi rumah tidak layak huni sebanyak 23 ribu di Rembang,”ungkapnya.
Dia melanjutkan, kondisi tersebut berdasarkan data dari Dinas Sosial yang melaksanakan pendataan dan akan dikelola terus untuk mengurangi jumlah rumah tak layak.
“Sebanyak 10 rumah dilakukan renovasi dari dana desa tiap tahunnya. Dari sisi lain, sejumlah 287desa di Rembang bisa merenovasi 2870 rumah tidak layak huni dan dari dana APBD, sebanyak 600 rumah beserta dana dari Provinsi 876 rumah, Dirjen menjanjikan 1000 di tahun ini jumlah total rumah tidak layak huni yang akan direnovasi berjumlah hampir 5000 rumah,”urainya.
Tak hanya itu ia juga mengingkan percepatan pertimbuhan perekonokian yang ada di Rembang.
“Saya menginginkan percepatan pertumbuhan ekonomi
mengikuti perikanan, industri dan wisata dengan mengajak semua elemen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,”ujarnya.
“Perijinan supaya direalisasikan hitungan hari dengan mengurangi aturan yang mengganggu pelayanan, mendukung program Presiden Jokowi yang menginstruksikan memangkas aturan perijinan yang memperlambat kerja denga meminta perijinan mereformasi diri bagaimana memberikan pelayan cepat dan murah,”tuturnya.
Hal itu juga mengacu pada Perda No 138 th 2017 pelayan terpadu. Sehingga nantinya dapat satu pintu dan bisa memperoleh perijinan dengan mudah dan singkat.
“Saya minta tahun ini dinas perijinan membuat aplikasi berbasis IT agar ijin bisa cepat. Sebab tahun ini sudah ada beberapa industri di Rembang, pabrik gula, semen dan sepatu yang tahun ini yang akan ditargetkan mulai beroperasi salah satunya pabrik sepatu dengan target 7ribu sampai 10ribu karyawan,”bebernya. *Hasan Yahya




