Tajam News

Pengendalian Harga Sembako Di Jateng Jelang Lebaran

Semarang.Mediatajam.Com-Anggota Komisi B DPRD Jateng Feri Firmawan mengatakan pihaknya hinga saat ini terus mendorong  Pemprov Jateng  terkait penggendalian harga kebutuhan di masyarakat pasca jelang lebaran,menurutnya persoalan –persoalan klasik  yang terjadi setiap tahunya ini jika pemerintah lebih antisipatif melakukan langkah langkah yang sifatnya pencegahan   tentunya  akan lebih efektif .

“Saya kira ini harus menjadi efaluasi dari pemerintah bahwa Keinginan masyarakat untuk di respon lebih cepat sangatlah besar, maka harus di lakukan Langkah—langkah yang lebih cerdas yang menurut saya harus menggunakan upaya yang lebih konferhensif sifatnya integratif tidak sifatnya kemudian parsial ,ketika dilakukan sifatnya parsial saya yakin masalahnya tidak akan selesai .”ungkap Feri usai dialog interaktif Prime Topic Trijaya FM yang bertema ‘Kendalikan harga sembako  jelang Lebaran’ yang digelar di Lobby Quest  Hotel  Jl.Plampitan Semarang.Snin(28/5/18.

Menurut Feri,apa yang terjadi  pada pelaku –pelaku pasar saat ini mereka sudah bisa tau bahwa  harga-harga  ini ternyata bisa di deteksi jauh sebelumnya  maka, sudah saatnya pemerintah bisa melakukan dengan sebuah sistem  dalam pengambilan keputusan  yang lebih baik .

“Hari ini apasih yang tidak bisa di Digitalisasi ,ini kan persoalan kebijagan kalau persoalan kebijagan ini di tangani dengan hanya mengobati tidak mencegah ya yang terjadi semacam ini .menurut saya ukuranya mudah saja jika pemerintah itu di anggap berhasil maka kinerjanya di lihat dari adanya zero komlain ,pemerintah itu fungsinya pelayanan publik ketika masih ada komlain di masyatakat  maka jelas jelas masih ada PR di sini .”bebernya.

Kabid Perdagangan Jateng Muhammad Santoso mengatakan,Bahwa ketersediaan  pangan  terutama beras di Jawa Tengah kata dia stok masih  Empat bulan kedepan  untuk komoditas lain seperti Cabe, bawang merah rata-rata masih satu bulan kedepan .

“Dari pantauan kami  jika sebelumnya harga –harga komoditas itu mengalami kenaikan namun pada bulan Ramadhan ini justru  mengalami penurunan ,memang masih ada kenaikan harga namun hanya satu komoditas saja  yaitu cabe merah kriting.”jelasnya

Terkait masih adanya kenaikan harga di pasaran  Santoso menjelaskan bahwa  hal tersebut di sebabkan hanyalah  hukum ekonomi saja di pasar ,kata dia setelah pihaknya mensurvei  ke pedagang  pasar  ternyata  di sebabkan adanya keterlambatan pengiriman  dari temanggung dan sebagian dari Jawa Timur  .

“Saya yakin harga akan turun kalau nanti sore atau besok pagi barang sudah masuk ke pasar kususnya pasar Johar yang merupakan pasar induk, jadi kenaikan ini saya tekankan  bukan karena ada penimbunan  karena kita mulai thn 2017 bersama satgas pangan  kerjasamaya sangat baik “tandasnya .

Sementara itu ,Ketua LP2K Ngargono menyampaikan  bahwa pihaknya ,hingga saat ini juga terus melakukan pengawasan pasar  tentunya dengan Versi dan  data-data  sendiri ,menurutnya ,data di pemerintah kadangkala tidak sesuai dengan riel kenyataan yang ada .

“saya contohkan ,di katakan harga stabil tapi stabilnya itu  tinggi  ,daging sapi  misalnya,harganya stabil memang tapi stabilnya itu di kisaran 130 -125 per Kg.ndak bakal bisa turun sampai sekarang  ,Jadi RI satu pada waktu itu mengeluarkan instruksi daging sapi akan menjadi 80 ribu per Kg  sampai sekarang ini masih menjadi angan –angan  saja .”katanya.

Bahkan  ngargono sangat hawatir pada H -7 sampai  H- 1  menjelang lebaran  masih ada titik rawan terkait harga terutama harga  daging ,”beberapa waktu lalu saya pantau di grobogan,sukoharjo ,sudah mulai  yang namanya daging semi (gronggongan)sudah mulai masuk ke pasaran,memang kita tidak bisa menyalahkan mereka karena kadangkala itu permintaan pasar yang  tidak bisa di kendalikan  dan permintaan konsumen agar bisa membeli dengan harga murah .”ujarnya .

Untuk itu Ngargono berharap perlunya peran serta semua instansi terkait  terutama pemerintah  untuk bisa mengatakan yang sebenarnya “jadi pemerintah bicaranya jangan  hanya setoknya ada akantetapi apakah stok itu sesuai dengan permintaan pasar apa tidak. “pungkasnya.**Tomo