REMBANG,Mediatajam.com – Setelah dilakukan pemeriksaan luar dan divisum oleh tim inavis serta dokkes kepolisian Polres Rembang , akhirnya identitas mayat bertubuh tambun serta berjambang yang ditemukan warga mengapung di perairan dukuh Pendok, Desa Manggar Kecamatan Sluke, Sabtu (9/6/2018) pagi akhirnya terkuak.
Identitas mayat tersebut bernama Karyono Alias Gentong Bin Mustakim (37) warga Desa Pekuwon RT 7 RW 2 Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.
Identitas tersebut terkuak saat tim Reskrim Polres Rembang, Polsek Sluke, Dokter Kepolisian serta inavis mengkroscek sidik jari korban.
Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawan Daeli didampingi KBO Iptu Edi Sismanto mengungkapkan, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Kemudian, menurut keterangan Tim Dokter baik Puskesmas Sluke maopun RSUD Rembang di tubuh mayat ditemukan luka kulit mengelupas pada betis, paha dan ada lebam pada dada tengah serta kedua kelopak mata mengeluarkan darah dan diduga MD karena tenggelam 2 sampai 3 jam sebelum ditemukan. Di mana mayat tersebut ditemukan sekitar jam 08.00 WIB.
“Menurut keterangan para saksi, saat ditemukan mayat terapung dengan posisi telungkup. Tak hanya itu, mayat tersebut masih mengenakan celana kolor pendek. Dan di celana color pendeknya ditemukan sebuah kunci motor Zusuki yang terikat di tali kolor celana tanpa ada identitas apapun,”ungkapnya.
Dari infoemasi yang ada, korban meninggalkan rumah pada hari Kamis malam sekira jam 24.00 Wib untuk bekerja sebagai Sopir mengangkut ikan menggunakan Daihatsu Grand Max bak terbuka.
“Dari keterangan Mahmudi kakak kandung korban, bahwa adiknya tersebut sebelum ditemukan tewas di laut, pada hari Jumat tanggal 8 Juni 2018 sekira jam 05.30 Wib datang Pandangan Kragan,”urainya sesuai keterangan pihak keluarga.
Setelah itu, korban meminjam sepeda motor milik Mahmudi. Namun karena rusak, kemudian korban meminjam tetangga kakaknya jenis Zusuki Titan warna merah.
“Saat akan keluar, korban sempat meminta uang Rp 50 ribu kepada kakaknya untuk membeli rokok dan saat itu korban menggunakan kaos oblong lorek-lorek dan celana kolor pendek,”ujar Edi.
Setelah itu, sekitar jam 14.30 WIB korban kembali kerumah kakaknya Mahmudi kemudian pergi lagi hingga akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia pada Sabtu (9/6/2018).
“Namun saat Sabtu tanggal 9 Juni 2018 ini sekira jam 14.00 WIB telah ditemukan 1 unit Spm Zusuki Smas Titan warna merah Nopol K- 3394 -ZD oleh warga terparkir di area JT Pelabuhan Tanjung Bonang masuk Desa Sendangmulyo Sluke,”tuturnya dia sembari menjelaskan.
Selanjutnya 1 unit motor tersebut diamankan Petugas Polsek Sluke dan ditunjukan kepada Mahmudi. Dan akhirnya kakaknya tersebut membenarkan bahwa kendaraan itu dipinjam korban sejak Jumat (8/6/2018).
“Kakak korban juga menjelaskan bahwa 1 unit Daihatsu Grand Max bak terbuka sekarang berada dirumahnya beserta HP dan dompet milik korban,”ucapnya.
Tak hanya itu, dari pihak keluarga menerangkan jika korban juga mempunyai latar belakang pernah mengalami depresi akibat musibah yang dialaminya.
“Diduga korban mengalami trauma yakni korban mengalami musibah yang mengakibatkan 2 jari telunjuk tangan kanan putus terkena pemotong rumput. Selain itu, sebelum ditemukan tewas, korban sering mengeluh tidak percaya diri dengan kondisi 2 telunjuk jari yang putus / cacad permanen,”katanya.
Di suatu sisi, korban juga diduga depresi pernah diobatkan oleh keluarga dengan cara pengobatan alternatif dan juga di Rumah Sakit Jiwa.
“Korban sebelumnya juga pernah melakukan perbuatan mencoba bunuh diri dengan cara minum racun, namun dapat digagalkan oleh keluarga,”ungkap Edi.
Diduga korban meninggal dunia di tengah laut karena bunuh diri. Untuk insiden tersebut, pihak keluarga tengah mengiklhaskan meninggalnya korban. (Hasan Yahya)




