Tajam News

Jelang Pilgub Polres Rembang Gelar Istighosah , Ini Pesan Damai Gus Mus

REMBANG – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 Kepolisian Resor Rembang menggelar istighosah bersama .Kegiatan istighosah dengan tajuk “Tablig Akbar Serta Doa Bersama Pilkada Rembang Aman Jateng Tentram Indonesia Damai” dilaksanakan di halaman Mapolres setempat Minggu (24/6/2018)

Acara doa bersama dihadiri Kapolres Se Eks Karesidenan Pati, jajaran TNI, Bupati Rembang, Camat , Kepala Desa serta tokoh ulama

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso mengatakan, pihaknya sangat bersyukur sebab bisa diberikan kesempatan menggelar acara istighosah bersama.

“Al Hamdulillah diberikan kesempatan serta hidayah Allah bisa berkumpul berdoa bersama bersama Kiai untuk menciptakan pilkada damai,”kata dia.

Kemudian ia juga berpesan kepada seluruh jajarannya untuk bisa bersikap netral. Sehingga nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik.

“Di sini ada sekitaran 1300 TPS. Besar harapan saya dapat memberikan layanan kepada masyarakat sehingga bisa membawa Rembang yang Madani,”ujarnya.

“Saya mengimbau tetap netral jangan berpihak apa yang disampaikan pimpinan laksanakan. Sanksi jelas baik ringan dan dipecat dengan tak hormat. Berikan pelayanan masyarakat,” pesan dia terhadap jajarannya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Musthofa Bisri atau Gus Mus berpesan supaya Pilkada damai harus diikuti dengan baik dan mengedepankan persaudaraan.

“Al Hamdulillah, saya bersyukur bisa ikut acara Polres untuk istighosah menghadapi pilkada mudahan mudahan dapat ridlo Allah SWT,”kata Gus Mus saat sambuatan awalnya.

Kemudian ia juga sembari menghaturkan permintaan maafnya jika di saat tausiah atau ceramahnya selama ini ada khilaf yang mendalam di benak warga Rembang.

“Kalau sudah ngomong kadang kadang ada yang khilaf dan sebagainya. Sehingga dihari idul fithri ini saya mohon maaf yang sebesar besarnya,”ungkapnya.

Kemudian, dalam ceramahnya ia juga menyisipkan pesan moral kepada masyarakat luas supaya bisa selalu menjaga etika atau sikap.

“Pilkada (Pilgub) itu kan 5 tahunan. Jangan petentengan (sepaneng). Kalau tak cocok dengan sekarang besok ada pilkada lagi,”ucap dia.

Dia melanjutkan, jika sudah menjadi pimpinan itu harus bisa di tengah tengah dan jangan memihak.

“Pimpinan itu harus sedengan jangan karena menang lalu dia mementingkan yang memilih dia saja. Namun harus semua dilayani,”bebernya.(Hasan Yahya)