Peristiwa

Diduga Sering Jual Bensin Dengan Jerigen Stok SPBU Tinombo Cepat Habis

Parigi moutong,mediatajam.com _
Dalam sepekan ini pengendara yang hendak melintas ke arah jln trans Sulawesi Tomini Tinombo mautong begitu juga pengendara arah Gorontalo yang mau melintas ke Tinombo palu mengeluh akibat stok BBM selalu habis yang ada di SPBU Tinombo Parigi moutong.

Sesuai pantauan mediatajam minggu (15/12/18) di SPBU 74.943.02 tinombo akibat stok BBM biasa habis di terminal pertamina SPBU Tinombo itu diduga karena  ulah oknum yang tidak lain adalah petugas pengawas SPBU Tinombo.

Sebut saja HJ yang di duga sering membuat pasokan BBM habis sehingga kendaraan baik roda dua dan empat yang berharap pengisian BBM di SPBU Tinombo selalu stok habis.

Kecurigaan pada oknum petugas pengawas SPBU Tinombo HJ, menurut salah satu narasumber yang berinisial L (pengecer) ia bercerita kepada media tajam tiap kali dirinya mengisi bbm dengan menggunakan gelon (jIregen) jenis bensin maupun solar bersubsidi tiap pengisian gelon tarif upah yang dibayar kepada petugas operator per/gelon 10rb sampai 15rb.

Hal ini perlu perhatian internal PT Pertamina maupun aparat kepolisian supaya stok BBM dapat di nikmati para pengendara terutama kalangan mobil truk espedisi dan kanas yang melintas tidak perlu membeli solar ke pengecer yang harganya lumayan mahal capai 10rb/ liter.

Menanggapi hal tersebut Muldani ketua DPD sulawesi LSM KPK (komunitas pemantau korupsi) nusantara tindakan yang di lakukan oknum pengawas SPBU 74.943.02 Tinombo yakni HJ perlu ada tindakan  pemilik SPBU maupun tim audit internal pertamina karena kalau terjadi pembiaran bebas pengisian gelon (jerigen) di anggap tidak tepat sasaran.

Tidak bisa juga kita pungkiri pengisian gelon dalam edaran pertamina itu memang boleh yakni pihak nelayan yang kebutuhan mencari ikan dilaut petani yang hendak menggarap padi di sawah dengan catatan harus mengantongi surat recomendasi setidaknya pemerintah setempat atau camat.itupun pengisian gelon terbatas tidak boleh melibihi kapasitas diatas 80 liter.

Tapi yang terjadi berdasarkan hasil investigasi LSM KPK Nusantara yang terkadang kita menyelinap waktu pengisian galon yang biasa mengisi pada jam tengah malam.hampir semua yang mengisi jerigen itu berlatar belakang pengecer artinya spbu tinombo untuk tarik BBM masuk kategori bisnis ,ungkap Muldani

Harapan masyarakat khususnya para pengendara agar mendapat jatah pengisian kendaraan bbm di SPBU Tinombo terutama kalangan supir truk espedisi.dengan adanya berita yang di tayangkan agar pihak terkait dapat melakukan pengawasan.
***jamun