REMBANG,Mediatajam.com – Belasan pelukis di Kabupaten Rembang mengikuti kegiatan on the spot painting bertajuk “Wayahe Lailatul Qodar” di Ponpes Raudlatut Thalibin Leteh Rembang Kamis (31/5)
Kegiatan yang diikuti sebanyak
17 pelukis dari seluruh wilayah Kabupaten Rembang itu digelar bertepatan dengan momentum lailatul qadar yang dipercaya jatuh di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Hampir semua pelukis memaknai lailatul qodar ke dalam kanvasnya dengan menggambarkan pemandangan malam yang syahdu. Yakni malam yang dipercaya turunnya seribu berkah.
Selain melukis pemandangan malam , ada juga yang memilih out of the box dengan melukis
K.H. Musthofa Bisri atau Gus Mus pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh Rembang
Rifan penggagas kegiatan on the spot painting kepada wartawan mengungkapkan, agenda ini digelar menyusul masih kentalnya dikotomi para pendukung calon presiden usai Pemilu 2019 beberapa waktu lalu.
Ia menilai, momentum Ramadan sudah seharusnya jangan hanya menjadi ritualitas belaka.
”Namun lebih mengedepankan penahanan diri, untuk mencapai Lailatul Qodar dengan cara kegiatan seni budaya.
Harapannya, melembutkan, menyatukan pihak-pihak,” terang Rifan yang juga Ketua Rembang bergerak
Ia berharap kegiatan yang ia gagas bisa menyatukan latar belakang usia para pelukis yang jaraknya lumayan jauh.
Sebab, ada juga pelukis yang masih muda-muda, dan senior.
Dipilihnya jumlah 17 juga bermakna bahwa tanggal 17 merupakan malam pertama kali turunnya Al quran ke dunia. Bahwa turunnya Al quran juga membawa keberkahan kepada manusia.
”Ada yang dari Pamotan, Lasem, Pancur, Sumber, Sedan, Rembang Kota, Sluke, tersebar. Pelukis-pelukis atau perupa-perupa yang independen. Mengumpulkan teman-teman, untuk silatturahmi .”pungkasnya .**san


