Tajam News

Jelang Doa Bersama 40 Hari Wafatnya Mbah Moen, Jalur Pantura Mulai Dipenuhi Bus Rombongan

REMBANG,mediatajam.com – Penutupan jalur pantura khususnya di Kecamatan Sarang Jawa Tengah – perbatasan Jawa Timur bakal ditutup selama 9 jam saat acara doa bersama wafatnya KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen, Sabtu (14/9) ini.

Sementara, untuk kegiatan penutupan jalur tersebut kini Satlantas Polres Rembang,secara intensif  telah  berkoordinasi dengan Jajaran Satlantas Polres Tuban, Jawa Timur  untuk  membantu menyosialisasikan kepada pengguna jalan

Saat diwawancarai media, Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santosa didampingi Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Roy Irawan mengatakan kendaraan dari arah Surabaya menuju Semarang, dialihkan ke jalur alternatif.

Pengalihan jalur itu dimulai dari jalur Pantura pertigaan Bulu Kabupaten Tuban, menuju Jatirogo – Sale – Pantura Lasem – Rembang. Sedangkan dari Semarang ke Surabaya juga melewati jalur tersebut.

Hanya saja, jalur alternatif tersebut berlaku untuk mobil pribadi, bus dan kendaraan barang di bawah bobot 10 ton. Kemudian untuk truk tronton, truk gandeng dan sejenisnya di atas bobot 10 ton, diarahkan masuk kantong-kantong parkir untuk sementara di saat penutupan jalur berlangsung.

Untuk kegiatan penutupan jalur Pantura itu , karena dimungkinkan ada banyak tamu undangan yang dipastikan akan datang ke Sarang atau Pondok Pesantrean Al Anwar Sarang Rembang ini.

“Untuk  truk-truk besar, kami mohon masuk kantong parkir antara jam 3 sore hingga tengah malam  .Pengemudi bisa istirahat sementara. Kalau memaksa tetap melanjutkan perjalanan  kemungkinan besar terjebak macet, “ kata Roy Irawan

Di sisi lain untuk menjaga ketertiban di jalan polisi bakal disebar untuk menjaga, supaya kendaraan tidak menerobos saling salip . Sedangkan sisi selatan jalan digunakan bagi para tamu yang akan menuju pondok pesantren Al Anwar.

“Pengamanan jalur dikendalikan langsung oleh pak Kabag Operasional Polres Rembang. Kami belum menerima info mengenai kehadiran tamu-tamu VVIP. Tapi yang jelas, kita sudah siapkan lokasi parkir maupun pengawalan, “ tandasnya.

Sementara itu Petugas Jembatan Timbang Sarang Agung Walyu mengungkapkan area jembatan timbang ini bisa digunakan kantong parkir. Mengingat wilayah parkirnya juga dinilai sangat luas.

“Saya kira tempat parkir kita sangat luas. Kita juga bisa menggunakan sebagai kantong parkir tamu yang memang untuk berdoa bersama di ponpes,”katanya.

Ia merinci jika area jembatan timbang Sarang ini bisa menampung ratusan mobil pribadi yang akan diparkirkan saat doa bersama berlangsung.

“Aktivitas jembatan tetap melayani. Jika kantong parkir digunakan khususnya di sebelah utara maka 100 mobil pribadi pun bisa diparkir di sini,”urainya.

Selaian itu, di bahu jalan area jembatan timbang pun bisa digunakan untuk kantong parkir juga.

“Bahu jalan juga bisa, bagian selatan, belakang kantor juga bisa. Namun itu nanti memang sifatnya insidentil (sesuai keperluan),”bebernya.

Sementara itu, saat ditanya terkait volume kendaraan khususnya truk, ia mengungkapkan jika sejak Jumat (12/9) petang usai magrib kondisi sudah mulai lengang.

“Aktivitas jembatan juga masih dibuka. H – 3 kemarin kendaraan sangat padat dan Magrib (Jumat, 12 Septe,ber 2019) tadi malam sih mulai berkuruang,”pungkasnya. (san)