Tajam News

FSB Soroti Pindahnya Perusahaan Ke Jawa Tengah Sekjen Garteks:Ada Upaya Permainan Kotor Perusahaan

Semarang – Federasi Serikat Buruh (FSB) Garteks /KSBSI soroti, banyaknya perusahaan dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat yang melakukan relokasi ke Jawa Tengah.Hal itu di nilai sebagai upaya permainan kotor perusahaan untuk mendulang banyak keuntungan.

“Dulu perusahaan yang ada di Banten, DKI, Jabar, karena upah tinggi lalu mereka relokasi ke Jawa Tengah yang upahnya masih rendah. Dan itu bagi kami merupakan permainan-permainan kotor dari perusahaan,” ungkap Sekjen DPP FSB Garteks Trisnur Priyanto di sela-sela Rapat Kerja Nasional FSB Garteks di Hotel Aston Inn, Semarang, Selasa (15/10/19).

Dikatakannya, ada sekitar 10 perusahan yang sudah melakukan pemindahan perusahan ke Jawa Tengah. Saat ini, pihaknya sedang mengupayakan untuk bertemu dengan sejumlah perusahan tersebut, supaya mereka menerapkan upah nasioanal.

Umum DPP FSB Garteks, Ary Joko Sulistyo

“Ada sekitar 10 perusahaan hasil temuan kami. Yang kami perjuangkan, jika di tempat asal perusahan memberi upah Rp5 juta bagi buruh, maka relokasinya ke Jateng juga harus memberi upah yang sama,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP FSB Garteks, Ary Joko Sulistyo menegaskan, pihaknya akan terus mengawal nasib buruh, khususnya di Jawa Tengah lantaran wilayah ini sangat menarik bagi investor.

“Jangan sampe upah yang murah kemudian dimurahin lagi. Bagaimana kehadiran Garteks KBSI dapat memberikan dampak baik dan positif bagi hubungan kerja yang berorientasi pada keadilan,” tandasnya.

Disebutkan, Di Jateng FSB Garteks memiliki 9 Dewan Pengurus Cabang (DPC) dengan lebih dari 5 ribu anggota.

Pada Rakornas yang berlangsung dari 13-16 Oktober 2019, itu pihaknya mengupayakan supaya pengembangan SDM buruh dalam menghadapi era industri 4.0.

Di sisi lain tambah Ary ,saat ini banyak yang membicarakan terkait konsep pengembangan serikat buruh ke depan.untuk itu tentunya di perlukan sinergitas antara anggota dan tetap bermitra baik dengan pemerintah dan pelaku usaha.

“Intinya kami hadir di sini untuk membangun hubungan Industrial yang baik ,menciptakan iklim yang kondusif tentunya bersama-sama dengan pelaku usaha dan pemerintah kita ingin bermitra dengan sebaik-baiknya yang berorentasi kepada kesejahteraan para pekerja.Kita ingin merangkul semua itu sehingga menjadi pergerakan serikat buruh,serikat pekerja yang tidak menakutkan bagi para pelaku usaha ,”imbuhnya.

Sementara ,Aris munandar selaku Ketua DPC FSB Garteks /KSBSI Semarang mengaku siap mengorganisir buruh-buruh dari Jawa Barat dan DKI yang akan di relokasi ke Jawa Tengah khususnya kota semarang.

“Kami siap mengorganisir untuk menjadi anggota Garteks utamanya perusahaan di sektor Garmen,taktil dan aneka industri lainya.jadi kami tidak akan kalah dengan anggota Garteks yang berada di Jawa Barat yang jumlahnya sudah ribuan sementara di semarang baru ratusan ,namun dengan komitmen kami siap mengembangkan Insya Allah tahun depan bisa menggait ribuan anggato,”tutur Aris

Selain itu tamba Aris,pihaknya mengaku sudah menyiapkan berbagai inovasi salah satunya adalah menggandeng BPJS ketenaga kerjaan yang di nilainya saat ini masih banyak perusahaan yang kurang memperhatikan.

“Nanti kami akan menggandeng BPJS Ketenaga Kerjaan untuk membangun kepesertaan mereka menurut saya perhatian dari Perusahaan masih kurang artinya banyak perusahaan di semarang ini yang tidak menyertakan karyawanya menjadi Peserta BPJS ketenaga Kerjaan jadi nanti yang gabung di Garteks otomatis sudah menjadi peserta.”pungkasnya.**Tomo