Tajam News Kriminal

Nyaris di Amuk Massa , Curi Telepon Genggam Tiga Remaja Ini Diamankan Warga

REMBANG,Mediatajam.com – Lantaran aksi kejahatannya terekam kamera CCTV tiga remaja yang diduga mencuri telepon genggam di salah satu apotek di jalan Senawi berhasil diamankan warga .

Husna Andhyrakhman pemilik apotek kepada wartawan menceritakan kronologi kejadian bermula pada Rabu (13/5/2020) sekitar pukul 18.30 ada seorang ibu membeli obat di apoteknya.

Setelah itu, tak berselang lama datang tiga remaja yang juga membeli obat. Namun, satu di antara ketiga remaja itu, telah membeli obat. Sedangkan dua lainnya menunggu di motor.

Melihat ada telepon genggam di dashboard motor, munculah niat jahat mereka dan dua remaja diduga melakukan aksi tercelanya itu dengan mengambil barang bukan miliknya tersebut.

Tak ayal, ibu pemilik motor kaget karena telepon genggam miliknya hilang. Akhirnya sang pemilik apotek Husna berinisiatif untuk melihat CCTV dan ternyata telepon genggam diambil salah satu dari tiga remaja yang barusan membeli obat.

“Saya berpikir pasti pelaku belum pergi jauh, jadi saya dan teman-teman melakukan pengintaian dan pengejaran,”ucapnya.

“Sempat setelah tarawih (19.30) tiga anak tersebut terpantau di timur alun-alun. Kita ikuti dan di dekat salah satu Indomaret di jalur pantura mereka kita berhentikan,” ungkapnya.

Husna menambahkan setelah pelaku diberhentikan dan ditanya serta ditunjukkan video CCTV. Pelaku sempat dihadiahi bogem mentah oleh warga yang geram. Untung ada seorang pria yang datang dan mengamankan pelaku dari amuk massa.

Setelah beberapa saat akhirnya pihak kepolisian datang ke lokasi dan mengamankan para pelaku ke Mapolres Rembang.

Sementara itu Kasat Reskrim pada Polres Rembang AKP Bambang Sugito membenarkan bahwa ada kejadian pencurian telepon genggam oleh dua orang remaja masing-masing berinisial A (21) warga Kabupaten Gresik Jawa Timur dan M (16) warga Kecamatan Rembang.

Sedangkan K (16) merupakan teman pelaku namun tidak mengetahui bahwa temannya melakukan pencurian karena pada saat kejadian dirinya sedang membeli obat.

Sampai berita ini ditulis (14/5/2020) kasus ini masih dalam upaya diversi. Yakni terkait pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan ke proses peradilan luar pidana karena melibatkan anak-anak.
“Ini masih diversi Mas, belum putusan,” pungkasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar terus berhati-hati terhadap potensi kejahatan, apalagi jelang lebaran. Terlebih saat ini masa pandemi virus corona. Di mana, akibat pandemi ini kondisi ekonomi masyarakat juga terpengaruh.(san)