Peristiwa

Gempa di Sukabumi tak Berpotensi Tsunami

Sukabumi, mediatajam.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan gempa bumi berkekuatan 6,3 Skala Richter (SR) yang berpusat di Kota Sukabumi akibat aktivitas patahan lempeng bumi, Senin (12/7/2017) pagi. Pusat gempa berlokasi di 8.36 lintanng selatan, 106,8 bujur timur atau 179 Km barat daya Kota Sukabumi.

“Informasi yang kami terima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut dipicu akibat aktivitas patahan di dasar laut dekat zona subduksi lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia,” kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Rusyana di Sukabumi, Senin (12/6/2017).

Gempa juga dirasakan hingga Bogor, Pengalengan, Palabuhanratu, Jakarta, Depok, dan Lebak, yang guncangannya dirasakan banyak orang tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan.

Meskipun gempa bumi terjadi di laut, hasil pemodelan menunjukkan tidak berpotensi tsunami jadi warga yang tinggal di daerah pesisir pantai seperti Palabuhanratu, Ujung Genteng, Cisolok dan beberapa lokasi lainnya untuk tidak khawatir.

Sementara itu kepanikan sempat terasa di wilayah Palabuhanratu terkait guncangan gempa pagi tadi. Sejumlah warga sempat berlarian keluar rumah saat gempa terjadi.

“Dinding gemeretak, lampu gantung juga goyang tetangga semua teriak gempa. Panik semua berhamburan keluar rumah, sempat takut juga ada tsunami karena tadi dengar titik lokasi gempanya di Sukabumi,” kata Adang Suhendi (49) warga Perum Taman Sari, Palabuhanratu

Hingga saat ini belum ada laporan pasti perihal kerusakan akibat gempa tersebut.

“Belum ada laporan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) di kecamatan, namun begitu kami terus mencari informasi apakah ada bangunan yang rusak akibat getaran gempa bumi yang terjadi pagi tadi,” Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Yana Rusyana.

Meski begitu BPBD telah menyiagakan seluruh anggotanya yang berada di tiap kecamatan untuk melakukan pemantauan di wilyahnya masing-masing. Tidak hanya itu, warga juga diimbau untuk ikut berperan aktif memberikan informasi jika ada bangunan yang rusak akibat getaran gempa tersebut.