REMBANG ,MEDIATAJAM.COM _Dalam rangka menghadapai tantangan bangsa yang semakin kompleks dan pengaruh globalisasi yang melanda seluruh lapisan masyarakat, maka salah satu penangkal yang efektif adalah membangun generasi muda yang cerdas, kuat dan memiliki karakter serta wawaasan kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan oleh anggota MPR H Moh Arwani Thomafi bersama Dewan Pimpinan Cabang PPP Kab Rembang saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pantai Belitung Kec Sarang Kab Rembang yang dihadiri Ketua DPC PPP Rembang KH Majid Kamil MZ yang juga Ketua DPRD Rembang beserta pengurus dan masyarakat Kec Setempat
Rabu (12 Juli 2017)
Dihadapan masyarakat Arwani Thomafi tegaskan kelangsungan suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya yang akan menjadi penerus kepemimpinan dan masa depan suatu bangsa. Masalah pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda menjadi topik bahasan dalam agenda sosialisasi empat pilar MPR-RI bagi kalangan santri dan pelajar.
Menurut Ketua Fraksi PPP MPR-RI, Arwani Thomafi, penguatan dan peningkatan pendidikan moral atau pendidikan karakter (character education) dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap di kalangan generasi muda, merupakan masalah sosial yang melanda masyarakat kita saat ini.
Menurut Arwani, konstitusi telah menggariskan perlunya negara menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan. Pemerintah wajib menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan demikian amanat ketentuan tersebut sejalan dengan konsepsi pendidikan karakter. Karena pada dasarnya pendidikan karakter berkaitan dengan konsep moral (moral knonwing), sikap moral (moral felling), dan perilaku moral (moral behavior). Berdasarkan ketiga komponen ini dapat dinyatakanbahwa karakter yang baikdidukung oleh pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan melakukan perbuatan kebaikan.
Lebih lanjut, ketua Fraksi MPR itu menekankan Khusus pendidikan karakter bagi kalangan santri dan pelajar sebagai bagian dari generasi muda, pendidikan karakter harus menjadi perhatian bagi semua instansi pendidikan. Apalagi kalangan pesantren yang memiliki basis keagamaan yang kuat sangat sejalan dalam membangun karakter. Sebab basis pendidikan karakter adalah nilai-nilai agama yang mengajarkan kebaikan dan kepribadian yang berilmu dan beriman serta bertakwa.
Urgensi Pendidikan karakter telah menjadi perhatian berbagai negara dalam rangka mempersiapkan generasi yang berkualitas, bukan hanya untuk kepentingan individu warga negara, tetapi juga untuk warga masyarakat secara keseluruhan. Pendidikan karakter dapat diartikan usaha kita secara sengaja dari seluruh dimensi kehidupan sekolah/madrasah untuk membantu pembentukan karakter secara optimal.
“Dalam pelaksanaanya pendidikan karakter memerlukan metode khusus yang tepat agar tujuan pendidikan dapat tercapai yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, dan metode pujian dan hukuman” tandasnya.**Hasan Yahya


