REMBANG,MediaTajam.Com _Lantaran namanya tak lagi terdaftar dalam dokter keluarga yang ditunjuk karena perubahan data yang dilakukan sepihak oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) . Seoarang pemilik kartu asuransi kesehatan bernama Djamal warga Desa Sukoharjo Kec Kota Rembang gagal berobat di Dokter Tamzil Rabu (2 Agustus 2017)
Kepada mediatajam Djamal menceritakan berdasarkan keterangan dari petugas praktek dokter gagalnya berobat di dr Tanzil selaku dokter keluarga yang ditunjuk sejak awal menjadi peserta BPJS Kesehatan karena ada perubahan data . Padahal yang bersangkutan sejak lama menunjuk dr Tansil sebagai dokter keluarga, dan setiap periksa juga dilayani sebagai peserta BPJS.
Namun yang terakhir kali, Djamal mendatangi tempat praktek dr Tanzil, Dukuh Gambiran, Desa Sumberjo itu mendadak kaget, karena tidak bisa berobat menggunakan kartu BPJS. Padahal dirinya merasa tidak pernah minta perubahan tempat periksa atau perubahan penunjukan dokter keluarga.
sebagai peserta BPJS Kesehatan,
“Atas kejadian ini saya merasa dirugikan, karena gagal berobat.
Kalau kejadian seperti ini menimpa peserta yang menderika penyakit yang butuh pertolongan cepat, ya fatal jadinya. Tolong dong, BPJS mau memperbaiki pelayanan, karena saya juga diwajibkan bayar setiap bulannya, tidak gratis.”tegasnya .
Selain dirinya kata Djamal petugas di tempat praktik dr Tanzil itu juga mengatakan kejadian seperti itu tidak hanya menimpa satu peserta saja, tapi juga ada peserta lain yang mengalami nasib sama. Petugas itu hanya menyarankan, jika masih menunjuk dr Tanzil sebagai dokter keluarga, segera diurus ke Kantor BPJS Kesehatan terdekat guna mengembalikan data lama.
Anehnya kenapa kartu milik saya ini ketika dicek di komputer terjadi perubahan data atau tidak lagi menjadi pasien dr Tanzil. Padahal saya tidak pernah minta ganti dokter keluarga, kecuali dr Tanzil.” terangnya.
Karena terkendala dalam mendapatkan pelayanan medis di dokter keluarga yang ditunjuknya, paginya (Kamis, 3/8), Djamal mendatangi Kantor BPJS Kesehatan untuk menanyakan soal terjadinya perubahan nama dokter keluarga.
Setelah saya jelaskan persoalannya, oleh petugas BPJS Kesehatan data saya dikembalikan seperti awalnya, yaitu menunjuk dr Tanzil sebagai dokter keluarga. Tetapi saya tetap merasa dirugikan, karena untuk bisa kembali periksa ke dr Tanzil harus menunggu jeda satu bulan lagi.”ungkapnya
.
Kepala BPJS Kesehatan Rembang belum berhasil dikonfirmasi mengenai persoalan di atas. Menurut petugas satpam, pimpinannya baru ada keperluar ke luar kota.
Menurut anggota DPRD Gatot Paeran, jika memang peserta BPJS Kesehatan seperti dalam kasus yang menimpa Djamal gagal berobat gara-gara ada perubahan data yang tidak diharapkan, ini juga merupakan lemahnya manajemen BPJS Kesehatan dalam melayani peserta asuransi kesehatan.
Adanya peserta BPJS Kesehatan yang gagal berobat akibat masalah sepeti itu, membuktikan adanya sesuatu ketidakberesan dalam manajemen BPJS Kesehatan.
Ketidakberesan manajemen BPJS Kesehatan itu juga merugikan pemegang polis atau peserta saat ingin mengunakan haknya.**Hasan Yahya


