Peristiwa

Ratusan Karyawan Perusahaan Ikan Diuji Kompetensi Oleh 7 Asesor

REMBANG,MediaTajam.Com _Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia agar dapat memberikan kontribusi maksimal ratusan karyawan yang bekerja di pabrik pengolahan ikan Rembang diuji kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) UPP Tegal.

Kordinator LSP Yudi Hardian pada BPPP Tegal kepada mediatajam.com mengatakan, sertifikasi profesi pada karyawan perusahaam pengolahan ikam ini tentunya mengacu pada program dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Sehingga di saat para karyawan ini sudah tersertifikasi tentunya akan bisa lebih berkompeten, mempunyai sumber daya manusia yang mumpuni. Terlebih dapat memberikan kontribusi secara maksimal di perusahaan dimanan mereka bekerja,” katanya.

Dari data yang ada, pihak BPPP Tegal kini telah melakukan proses sertifikasi terhadap karyawan pengolahan ikan yang dimulai sejak tanggal 11 hingga 15 Agustus 2017 mendatang. Yang nantinya akan menguji sebanyak 316 karyawan.

“Kegiatan ini dilakukan sejak tanggal 11 hingga 15 Agustus 2017 mendatang. Dan itupun berbagai pabrik pengolahan ikan di Rembang. Mulai dari Sebagaian besar karyawan. PT. SMB (Sumber Mina Bahari sebanyak 96 karyawan, PT. Darmindo 39 orang,  PT. ICS 33 orang, dan PT. PAN 148  orang. Sedangkan untuk asesornya sebanyak 7 orang,” ungkapnya.

Dimana BPPP tersebut merupakan lembaga di bawah Kementrian Kelautan Perikanan (KKP) Sehingga kegiatan uji kompetensi karyawan ini merupakan program dari KKP.

“Kegiatan ini tentunya akan menyasar pada dunia usaha dan dunia istri seperti halnya pada perusahaan pengelolaan ikan tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lain, bilamana karyawan tersebut sudah diuji sesuai dengan kemampuannya, nantinya hasil tersebut diserahkan kepada Badan Nasional Sertivikasi Prosesi (BNSP) Pusat.

“Setelah diuji oleh tujuh asesor tersebut, nanti hasilnya akan diserahkan ke BNSP. Sehingga akan bisa diterbitkan sertifikat kompetensi itu. Hanya saja, nanti yang tertera di sertifikat tersebut yakni kompeten dan belum kompeten,” ujarnya.

Dia melanjutkan, bagi karyawan yang belum kompeten p, maka akan dilakukan uji kompetensi lagi. Sehingga nantinya bisa mendapatkam hasil kompetensi yang lebih baik.

Sementara itu, salah satu tim Asesor Agus Karim  menguatarakan, kebetulan yang dilakukan sekarang yakni sasarannya operator bidang pengolahan.

“Materi ujinya sesuai klusternya masing masing. Sehingga akan menggabungan materinya. Baik itu mengenai sanitasi, penerapan program manajemn mutu terpadu. Sehingga nantinya bisa melakukan pemahaman tentang pengolahan jenis ikan dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, materi uji kompetensi juga ada yang melalui demonstrasi atau praktek, dan interview.

“Observasi demontasi praktek itu kita lihat cara karyawan melakukan praktek pemgolahannya Sedangkan wawancara atau tanya jawab mengenai pekerjaan yang sudah dilakukan atau dipraktekan tersebut,” ungkapnya.**Hasan Yahya