Semarang.Mediatajam.Com.Jawa Tengah Tahun ini di daulat sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV 2017. Sebagai tuan rumah tentunya Jateng sudah sangat siap menerjunkan para atlite pelajar terbaiknya sehingga di harapkan bisa menjadai juara .
Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Jateng Urip Sihabudin mengatakan.Pekan Olahraga antar pelajar ini selain jateng di targetkan menjadi juara juga di maksudkan sebagai ajang evaluasi tentang seberapajauh keberhasilan dalam mengadakan pembinaan maupun pembibitan pelajar berprestasi .
“ Target kita tentunya adalah juara tapi juara yang dengan cara bermartabat ,artinya kita ingin prestasi-prestasi yang muncul itu melebihi capaian pada tahun yang lalu kalau dapat emas tapi prestasiya menurun buat saya itu bukan prestasi ,ya juara dapat emas dan angka-angka yang di torehkan itu harus luarbiasa “Ujar Urip dalam acara Dialog Bersama Parlemen Jateng ,mengambil tema ‘Saatnya Jateng Juara’ yang di siarkan langsung Sindotrijaya FM Radio di hotel Semesta Semarang Senin (11/9/17).
Karena ini Ajang olahraga antar siswa sekolah tambah Urip ,yang pertama juga harus di tanamkan tentang seportifitas,dan kejujuran di antara siswa .
“ mari kita bangun reformasi mental melalui olahraga yang jujur dan seportif ,karena nanti sebetulnya kalau kita ingin bersaing di taraf internasional ya mulainya dari sekarang ,ayo berikan anak-anak kita kemampuan teknis tapi juga mental juara yang luar biasa .maka bangunlah kejujuran di antara mereka sehingga di tahun mendatang mereka bisa menjadi andalan kita “tandasnya.
Senada dengan Urip Sihabudin, Ketua DPRD Prov Jateng Rukma Setiyabudi juga mengatakan ,bahwa menjadi juara merupakan keinginan bagi semua namun kata dia yang tidak kalah pentingnya adalah caranya utuk menjadi juara itu penting untuk di terapkan bagi semua siswa .
“ Bagi kami juara , ya kita dorong namun caranya tidak kalah pentingnya yaitu ada seportifitas,ada kejujuran dan ada kehormatan sehingga itulah harapan kita .kita sadar bahwa ini proses kejuaraan kali ini merupakan sebagai perangsang agar kedepan mereka bisa meningkatkan menjadi prestasi yang lebih baik lagi .“ pungkasnya .
Sementara itu , Guru Besar Olah Raga Dekan FIK Unnes Prof.Tandiyo Rahayu menambahkan,jika ada pertanyaan bagaimana caranya untuk menjadi juara menurunya pertanyaan itu sangatlah profokatif kususnya jika petanyaan tu di tujukan pada remaja pelajar “piye corone itukan banyak hal di belakangya yang tidak kelihatan ,“ bebernya.
Meski demikian Prof Tandiyo sepakat apa yang di sampaikan Kadis Pora dan Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi ,bahma menjadi juara ya, namaun untuk mencapai semua itu harus di capai dengan cliar And Clean prosesnya benar artinya ya terbuka ,seportif,bertanggungjawab .
“ saya ingin menguatkan lagi apa yang di sampaikan oleh pak Ruma tadi bahwa jangan lupa kita ini berhadapan dengan anak-anak pelajar kalau sampai kemenangan ini di peroleh dengan cara yang pokoe menang, itu kan sudah sedikit banyak meninggalkan jejak memori yang tidak sehat di benak mereka sehingga hal itu juga akan merusak dunia olah raga ke depan .padahal olahraga ini salah satu media pembentukan karakter .“pungkasnya .**(Tomo)


