Peristiwa

Geliat  Investasi Di Rembang  Semakin Meningkat

REMBANG,MediaTajam.Com _Geliat investasi di Kabupaten Rembang makin mendapat sambutan positif dari investor luar daerah sejak beberapa tahun belakangan.

Terlihat dari didirikannya beberapa industri baru di daerah ini, mulai dari pabrik semen, industri garmen dan sepatu, hingga di bidang perikanan, yang juga cukup membantu mengangkat derajat perekonomian masyarakatnya.

Meski begitu, potensi yang cukup besar dari Kota Garam dinilai belum sepenuhnya diopimalkan. Pemerintah daerah setempat pun bergerak cepat memburu investasi lainnya yang belum tersentuh.

Kepala Bidang Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPNAKER) Rembang Murni Nur Rif’ah menilai bahwa Kabupaten Rembang saat ini memburu investor.

Pasalnya, di Kabupeten Rembang dinilai layak untuk dikembangkan. Baik dari sumber daya alam maupun di sektor wisatanya

Diketahui, pada bulan Agustus lalu, pihaknya berada di Badan Koordinasi Penananaman Modal (BKPM) Jakarta dihadapkan oleh beberapa  investor untuk memaparkan kondisi riil wilayah Rembang.

“Saya kemarin di BKPM Jakarta sudah memaparkan kondisi riil Rembang dihadapan para investor. Dan Rembang itu layak dikembangkan,” kata  Nur Rif’ah saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini

Dalam pemaparan itu, ia memang memburu investor untuk bisa berinvestasi di Rembang. Baik berinvestasi mengelola pariwisata, maupun yang lainnya.

“Yang saya paparkan yakni mengenai pengolahan air laut yang bisa diolah menjadi garam industri. Sebab selama iji Indonesia memang selalu mengimpor garam Industri. Sebab yang ada saat ini di Rembang hanya garam konsumsi,” ungkapnya.

Ia manilai, dengan kondisi riil Rembang yang mempunyai garis pantai sepanjang 60 kilo meter dan mempunyai lautan yang baik itulah, memang layak untuk dikembangkan.

“Rembang itu kaya, punya garis pantai sepanjang 60 kilo meter, kadat garam air lautnya itu paling paling bagus, paling baik. Sehingga layak untuk dikembangkan,” ucapnya.

Kemudian, saat disinggung mengenai nilai investasinya, ia mengungkapkan bahwa nilai yang dipaparkan dihadapan investor itu yakni sekitar Rp. 800 miliar.

“Nilainya sebesar Rp. 800 miliar. Namuj nilai itu bukan hanya terfokus pada pengelolaan air laut menjadi garam industri saja. Melainkan nantinya pengelolaan air laut menjadi air mineral, menjadi kosmetik, air laut menjadi pariwisata dan lainnya,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, tidak adanya garam industri di Rembang lantaran masyarakat Rembang selalu terburu buru untuk memanen hasil tambaknya untuk dijual dan ditukar menjadi uang demi kebutuhan hidup. Sehingga potensi Rembang ini harus ada garam industri yang dapat dimanfaatkan berbagai hal.

“Kita sadari bahwa untuk menjadikan air laut menjadi garam industri memang membutuhkan waktu berbulan bulan. Namun di sisi lain, masyarakat kita selalu memanen garamnya di saat berumur satu bulan bahkan kurang dari satu bulan sudah dipanen dan dijual untuk kebutuhan hidup.

Sehingga kita saat ini memburu investor untuk bisa berinbestasi di sini dengan mengelola air laut untuk dijadikan garam industri,” paparnya.

Dia menambahkan, untuk saat ini Pemkab Rembang telah berupaya mengebut pembuatan infrastruktur-insfrastruktur yang memang dibutuhkan para investor.

“Dan bilamana sudah ada investor yang berminat, maka kita harapkan bisa mengurus ijin Prinsip (ijin kepeminatan berinvestasi), ijin Laksana, dan ijin usaha. Sehingga nantinya para investor bisa berinvestasi dengan maksimal dan baik di Rembang

Lebih lanjut kata Kabid Penanaman Modal Murni Nur Rif’ah untuk pabrik sepatu skala eksport yang ada di sebelah timur embung Rowosetro Rembang atau lebih tepatnya di area jalan Clangapan Pamotan saat ini pembangunannya sudah dimulai

“Pabrik sepatu PT. Seng Dam Jaya Abadi ini telah melakukan izin prinsip terlebih dahulu.
Izin prisipnya itu dilakukan di BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) pusat. Sebab ini penananaman modal asing,”katanya.

Diketahui, dalam izin prinsipnya tersebut, perusahaan yang mempunyai kantor pusat di Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro Mojokerto ini menanamkan nilai investasinya sebesar Rp. 11.972.000.000 (sebelas miliar sembilan ratus tujuh puluh dua juta rupiah) dengan luasan lahan sekitar 30an hektare lebih.

“Izin prinsipnya itu sekitar bulan Juli lalu dengan menyertakan modal investasi Rp. 11.972.000.000. Selain itu juga nantinya di saat operasi dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 5.061 orang. Bila izin prinsipnya terpenuhi, maka akan dilanjutkan izin pelaksana (proses pembuatan pagar, gedung) dan yang terakhir yakni izin usaha,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, bulan Agustus lalu persiapan pengadaan material. Setelah itu pembuatan pagar, sekaligus pendirian bangunan.

“Untuk lahannya sendiri akan menempati lahan di desa Pasar Banggi dan desa Sridadi kecamatan Rembang Kota,” katanya.

Dari informasi yang ada,  pada tahap awal, investor baru akan membangun satu titik pabrik. Namun pembangunan satu titik  dapat dipastikam dapat menampung sebanyak 5 ribu karyawan.

“Nantinya pembangunan satu titik terlebih dahulu. Dan itupun nantinya satu titik tersebut akan busa menyerap 5 ribu orang pekerja,” paparnya.

Dia melanjutkan, bilamana  semua tahapan berjalan lancar, pabrik sudah bisa beroperasi bulan September tahun 2018.

“Kita sudah mengecek pabrik sepatu yang kebetulan pusatnya berada di Mojokerto, Jawa Timur dan membuka cabang di kabupaten Jepara.

Kondisinya sangat bersih, sehingga masyarakat tidak perlu mencemaskan gangguan limbah. Dan sepatunya ini juga akan dijual atau di ekspor ke luar negeri. Sebab di wadahnya sudah ada negara atau tempat tujuan ekapornya. Terlebih harga satu pasangnya seharga Rp 2.5 juta,” ungkapnya.

Dia menambahkan, para investor pabrik sepatu asal Korea ini kebetulan tertarik memperluas cabang di Rembang, karena pertimbangan 2 alasan.

Yang pertama, upah minimum kabupaten (UMK) relatif rendah, dibandingkan dengan kabupaten lain, yakni Rp 1.408.000.” Selain itu, masyarakat di kabupaten Rembang cukup kondusif dan tidak banyak manuver yang dapat merugikan iklim usaha,” tambahnya.**Hasan Yahya