REMBANG ,MediaTajam. Com _ Warga masyarakat banyak memberikan dukungan terhadap pengorbanan Ade Kenzo yang rela melakukan aksi jalan kaki Surabaya – Jakarta untuk mengusung tuntutan perbaikan pelayanan jaminan kesehatan
Dukungan dan apresiasi itu terbukti dengan banyaknya elemen masyarakat yang berdatangan menemuinya , Salah satunya dari kelompok suporter Pasoepati Tuban, yang memberikan apresiasi terhadap pengorbanan Ade Kenzo dan kawan-kawan saat aksi longmarch sampai di wilayah Kab Tuban Jawa Timur ,
Berdasarkan informasi yang dihimpun Mediatajam.com berbagai komunitas seperti Apa Kabar Tuban (AKT), RM Layar 6, Pemuda Tuban Peduli Sosial (PTPS), RONGGOLAWE, GARONG’T, Ronggomania, Dirut RSUD Dr. Koesma Tuban, dan KCU BPJS KESEHATAN Tuban juga memberikan dukungan .
Aksi longmarch akan dilanjutkan kembali besok Selasa (26/9) pagi pukul 08.00 WIB dan diperkirakan rombangan akan sampai di Kecamatan Sarang tepatnya Perbatasan Jateng -Jatim siang hari dan akan disambut oleh Pejabat Pemerintah Propinsi Jawa Tengah
“Kami tidak mau terburu-buru, selain karena sedang beradaptasi dengan perjalanan yang jauh ini, juga masih ada kerusakan di mobil ambulance, kata Arif salah satu anggota tim Ambulance
Dia melanjutkan, kesempatan ini akan digunakan untuk lebih banyak berdiskusi dengan masyarakat terkait problematika jaminan kesehatan .
Saat disinggung kapan aksi longmarch akan dilanjutkan menuju Rembang Ia menjelaskan sesuai rencana besok pagi aksi longmarch kembali dilanjutkan
“Saya perkirakan besok siang sekitar pukul 12 .00 aksi longmarch sampai di Kab Rembang tepatnya perbatasan wilayah Jateng -Jatim mas dan informasi yang kami terima diperbatasan kami akan disambut beberapa pejabat Pemerintah Propinsi Jateng.”terangnya.
Presiden KSPI Said Iqbal menilai, keluhan masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui longmarch membuktikan bahwa bermasalahan jaminan kesehatan bersifat masif dan sistematis. Ini bukan permasalahan kasuistis.
Karena itu, solusinya, kata Said Iqbal, pastikan 80 juta penduduk Indonesia yang saat ini belum mempunyai program jaminan kesehatan menjadi peserta BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh negara bilamana mereka tidak mampu membayar.
Presiden KSPI yang juga menjabat sebagai Goberning Body ILO ini juga mendesak agar Pemerintah meningkatkan anggaran kesehatan sesuai UU Kesehatan Nomot 36 tahun 2009 pasal 171 sebesar 5 persen dari APBN dan 10 persen APBD.**Hasan Yahya





