Tajam News

Aprilda Yulifa TT Karupukaro Mahasiswa Dampingan Binterbusih,Resmi Dikukuhkan Sebagai Dokter

Aprilda Yulifa Thalia Thomas Karupukaro,Mahasiswa dampingan Yayasan Binterbusih Resmi dikukuhkan Sebagai Dokter (Foto:Hms)

Jakarta,Mediatajam.Com.Fakultas Kedokteran Univeritas Atmajaya Jakarta menyelenggarakan pengukuhan dokter baru sebanyak 23 orang. Acara yang digelar di Auditorium Klara Asisi Lantai 4 ini dihadiri oleh para orang tua dan kerabat, Senat Universitas Atmajaya, dan perwakilan Ikatan Dokter Indonesia cabang DKI Jakarta.

Salah satu peserta pengukuhan dokter tercatat ada dr. Aprilda Yulifa Thalia Thomas Karupukaro, mahasiswa dampingan Yayasan Binterbusih yang telah menempuh Pendidikan S1 di FK Atmajaya sejak tahun 2019 dan diselesaikan pada tahun 2023, dengan judul skripsi”Hubungan Pengetahuan dan Sikap Penderita Malaria terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Malaria di Puskesmas Timika, Kabupaten Mimika, Papua”.

Untuk Pendidikan profesi dokternya diselesaikan pada tahun 2025, Aprilda putri dari keluarga Yulianus Thomas & Nur Ihfa Sugianto Karupokaro, aktif dalam kegiatan social dan ormawa di kampusnya, catatan terakhir sebagai “Relawan Bakti Sosial Pengobatan Masyarakat Larantuka, Kabupaten Flores Timur Provinsi NTT pada tahun 2024.

Saat ditemui disela-sela acara pengukuhan Aprilda menyampaikan, bahwa hal yang paling sulit menjalani pendidikannya selama ini adalah Bagaimana ia setiap malam belajar berdamai dengan rindu yang telalu berat. Ia telah meninggalkan kota asalnya Timika selama lebih dari 10 tahun untuk menggapai mimpi hingga sampai saat ini dikukuhkan sebagai dokter.

“Pendidikan di FK selama masa koas, perjalanan menjadi semakin penuh warna, dan tak jarang penuh tawa. Ada hari-hari di mana kami dimarahi konsulen karena tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana, lalu bertekad menghafal satu buku penuh malam itu (meski akhirnya ketiduran di meja jaga)Ada pula momen kejar-kejaran dengan waktu: pagi sudah harus presentasi,sementara malamnya baru selesai jaga dan belum sempat mandi dua hari”,Ujar Aprilda Kamis (6/11/25

dikatakanya,Menjadi dokter berarti siap untuk tetap tersenyum bahkan saat mata panda dan rambut lepek menjadi bagian dari seragam tak resmi seorang koas. Perjumpaan dengan pasien menjadi sumber kekuatan tersendiri, Sebuah ucapan pelan dari seorang pasien lanjut usia masih teringat.

“Terima kasih, Dok,sudah mengobati saya.” Kalimat sederhana itu terasa seperti penawar bagi segala lelah. Dalam setiap tatapan mata penuh harap, ditemukan semangat baru untuk terus belajar, untuk terus hadir. Dari mereka, makna kemanusiaan dipahami dengan cara yang tak pernah diajarkan di ruang kuliah mana pun.

Apa yang disampaikan oleh Aprilda terkesan puitis tetapi itu sebenarnya adalah realistis yang ia hadapi hari-hari menapaki perkuliahan di FK, teman seangkatan menjadi saudara seperjuangan.

Rektor Unika Atma Jaya Prof. Yuda Turana berpesan kepada Aprilda dan teman-temannya untuk selalu menjunjung nilai-nilai kemanusiaan, dan bagaimana pasien mampu melihat kasih Tuhan di dalam pelayanannya sebagai dokter.

Sementara itu,Pembina Yayasan Binterbusih Paul Sudiyo yang juga hadir pada pengukuhan tersebut didampingi oleh Manajer Program; mengucapkan syukur bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Yayasan Binterbusih selama 27 tahun lebih telah mewujudkan kelahiran tenaga bidang kesehatan yang berasal dari suku Amungme dan Kamoro, selain para sarjana dibidang yang lainnya.

“Kolaborasi Yayasan Binterbusih, PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) perlu dijaga keberlangsungannya agar dapat mempersiapkan generasi muda Papua dimasa depan untuk menjadi pemimpin yang aman, adil dan sejahtera tegasnya”,tutupnya.**Tom