REMBANG,mediatajam.com – Jalan pantura Rembang lebih tepatnya di depan kantor Pengadilan Negeri Rembang ada pemandangan tak mengenakan, Kamis (22/8) siang sekitar jam 12.15 WIB.
Saat itu lalu lintas kendaraan dari arah Surabaya (timur ) menuju ke Semarang terhenti mendadak sepanjang 30an meter. Diduga ada cek-cok antara sopir bus Indonesia jurusan Surabaya – Semarang dan pengemudi truk pengangkut kendraan yang sama-sama dari arah Surabaya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, posisi bus antar kota antar provinsi Indonesia warna merah yang belum diketahui nomornya.
berhenti menyilang di depan kendaraan yang melintas dari arah timur (surabaya ) . Di area ban bus bagian depan kanan pun ada bekas ban saat pengereman.
Dugaan sementara, ke dua armada pengangkut orang dan pengangkut kendaraan (mobil) tersebut saling salip. Sehingga terjadilah emosi di antara pengemudi hingga nyaris baku hantam di tengah jalan.
Untung saja, para pengemudi ataupun kernet yang nyaris baku hantam dan belum diketahui identitasnya itu dilerai oleh petugas polisi yang berseragam.
Sementara itu, salah satu pengemudi atau kernet yang tersulut emosi tersebut menyebut jika sopir lawannya itu saat mengemudikan armada dengan cara zig-zag.
“Kowe kok molang – malang, molang – malang (kamu kok malang / menyilang/ zig-zag, red),”seru salah satu sopir dengan nada tinggi.
KBO Reskrim Polres Rembang Iptu Al Sutikna yang kebetulan berada di dekat lokasi mengungkapkan bahwa ia sempat kegat ada insiden yang terjadi secara tiba tiba di tengah jalan itu
“Saya sendiri kaget mas. Tiba-tiba berhenti di tengah jalan dengan posisi, bus menyilang. Kepala bus di bagian selatan marka putus, buntut bus di tengah marka putus-putus. Sekaligus berada di depan truk itu,”beber dia.
Kemudia, saat ditanya mengenai kronologi insiden itu ia pun tak mengetahui secara pasti. Hanya saja ia bersama beberapa
anggota nya berusaha melerai orang yang nyaris baku hantam ditengah jalan
“Kurang tahu pasti mas saat itu saat itu saya baru saja keluar dari kantor pengadilan . Tapi ada orang berlarian , sembari tuding-tuding tangan, teriak teriak lantang (emosi). Mungkin ya biasa lah mas, kemungkinan saling salip ya. Aku juga tak tahu persisnya ,”pungkasnya.
Tak hanya sampai di situ saja, para pengguna jalan dari arah Surabaya – Semarang pun ikut tersulut emosi. Mengingat posisi bus yang masih menyilang di depan truk saat itu tak langsung dikondisikan sopirnya dengan baik. Sehingga pengguna jalan lainnya harus menunggu bahkan ikut beradu mulut di jalan. (san)


