Tajam News

Bantah Soal Kejaksaan Minta Jatah Proyek, Mardi : Oknum Wartawan Mengancam Saya

REMBANG,mediatajam.com – Pasca beredar kabar yang berisi tentang Kepala Dindikpora Rembang mengungkapkan bahwa dirinya didesak oleh sejumlah pejabat teras di Kabupaten Rembang untuk meminta jatah proyek baru-baru ini.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Mardi menyangkal kabar tersebut dan dirinya telah mengungkap adanya sejumlah pejabat teras di Rembang mendesak pihaknya untuk meminta jatah proyek. Salah satunya adalah Kepala Kejaksaan Negeri Rembang.

“Kabar tersebut tidak benar dan saya juga tidak sampai diwawancarai oleh oknum yang menulis dan menyebarkan kabar tersebut,” ungkapnya.

Mardi menegaskan, justru oknum yang menulis dan menyebarkan kabar tersebut yang meminta jatah proyek dan mengancam dirinya apabila permintaannya tidak dikabulkan.

“Tidak benar berita itu. Berita tersebut muncul tanpa klarifikasi terlebih dahulu, tanpa mewawancarai saya. Wartawan (yang mengaku wartawan) yang membuat berita tersebut telah mengancam saya mau membuat ramai karena permintaan dia terkait proyek tidak saya penuhi,” jelasnya.

Saat media ini mengonfirmasi, Mardi menjelaskan, memang sebelumnya sempat ada oknum yang mengaku utusan dari Kejaksaan Negeri Rembang mendatangi dirinya dan meminta jatah proyek.

Namun setelah dirinya melakukan konfirmasi kepada Kepala Kejaksaan ternyata hal itu tidak benar.

“Awalnya ada orang ngaku-ngaku utusan dari Kejaksaan. Tapi setelah saya konfirmasi ke Kejaksaan ternyata tidak benar. Kalau oknum saya nggak kenal. Kalau yang ngaku wartawan yang ngancam saya terus membuat berita, ini saya kenal,” katanya.

Oknum yang mengaku wartawan ini, lanjut Mardi sering mendatangi dirinya, bahkan lima kali lebih. Dengan agenda yang sama yakni minta jatah proyek.

“Berkali-kali didatangi, saya tidak memenuhinya.saya menyarankan apabila ingin memperoleh proyek, supaya mengikuti prosedur yang ada. Ada dua oknum yang mengaku wartawan yakni inisal T dan PJ warga luar Rembang,” ucapnya.

Disinggung tindak-lanjut atas peristiwa ini, Mardi mengaku akan konsultasi dengan ahli hukum yang memahami masalah ini. Setelah itu, baru pihaknya akan mengambil tindakan.

“Langkah saya, saya ingin berkonsultasi kepada pihak yang memahami hukum tentang ini. Baru nanti kami akan ambil langkah selanjutnya,” pungkasnya.**HMY