REMBANG,MediaTajam.Com _Sebanyak seribuan nelayan cantrang asal Kabupaten Rembang hari Senin (10 Juli 2017) sianh berangkat kejakarta turut serta melakukan aksi demo di depan Istana Negara bersama nelayan cantrang seluruh indonesia yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu yang rencanya akan di gelar besok Selasa (11/7/2017) di Jakarta
Pantauan wartawan di Pelabuhan dan TPI Tasik Agung Rembang Senin (9 Juli 2017 ) tak ada aktifitas apapun terlihat dilokasi tersebut , yang nampak hanya ratusan kapal cantrang milik nelayan setempat berjejer di sepanjang dermaga seakan tak bertuan
Berdasarkan informasi yang dihimpun mediatajam.com tak adanya aktifitas di Pelabuhan Tasik Agung disebabkan seluruh nelayan cantrang tak berani berangkat melaut sejak berakhirnya Peraturan Mentri Kelautan Perikanan No 71 tahun 2017 terkait batas akhir penggunaan alat tangkap tersebut.
karena takut di tangkap aparat berwenang . Selain itu sepinya aktivitas juga disebabkan ribuan nelayan cantrang berangkat ke Jakarta untuk ikut aksi Demo di depan Istana Negata Selasa (11 Juli 2017)
Kordinator lapangan nelayan cantrang asal Rembang Lestari Priyanto saat ditemui mediatajam.com membenarkan akan adanya aksi tersebut. Selain itu ia jelaskan sepinya aktivitas di pelabuhan disebabkan karena adanya peraturan menteri Kelautan terkait larangan alat tangkap jenis cantrang sehingga nelayan cantrang hampir semuanya tak ada yang berani melaut karena takut ditangkap petugas .
Atas kondisi inilah kami melakukan aksi demo mendesak kepada bapak Presiden RI Joko Widodo untuk segera mencopot Susi Pudjiastuti dari jabatannya dan mencabut peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan yang telah membuat sengsara kami
“Keberangkatan akan kita pusatkan di TPI Tasik Agung dengan menggunakan 21 Bus PO Subur Jaya Namun kita tidak akan membatasi jumlah peserta unjuk rasa. Bilamana ada paguyuban lainnya yang akan ikut ya monggo
“Misalkan nanti ada perwakilan dari paguyuban transportasi pengangkut ikan Tossa (roda tiga), bakul iwak (penjual ikan), buruh pengangkut ikan kita tidak memungkiri itu. Yang penting saat ini kita sudah menyiapkan sebanyak seribu nelayan,” paparnya.
Di sisi lain, ia juga berharap nantinya dengan adanya unjuk rasa di Jakarta tersebut akan bisa membawa pulang hasil yang diinginkan oleh para nelayan.
“Kita harap nantinya para nelayan ini bisa dijumpai oleh pemimpin negara. Selain itu juga bisa membawa pulang hasil atau keputusan yang baik bagi nasib nelayan,” **Hasan Yahya


