Tajam News

Berjalan Empat Tahun, PI 10 Persen Proyek Rembang Migas Energi Belum Terealisasi

Foto : Lokasi pengisian gas di PT Rembang Migas Energi.

REMBANG, mediatajam.com – Peluang Pemkab Rembang mendapatkan Participating Interest (PI) 10 persen dari pengelolaan eksplorasi minyak dan gas di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Rembang oleh PT Rembang Migas Energi belum terealisasi. Pihak PT Rembang Migas Energi menyebut penerima PI adalah kewenangan Gubernur Jawa Tengah.

Direktur PT Rembang Migas Energi (RME) Zaenul Arifin menjelaskan operasional PT Rembang Migas Energi sudah berjalan selama empat tahun, namun PI akan diberikan ketika lokasi sumur gas tersebut sudah berproduksi.

“Sementara kami harus menyiapkan diri dulu, kesepakatan rapat terakhir bahwa sebagai penerima PI 10 persen itu adalah PT Sipen Jateng Petro Energi, dengan pembagian 51 persen untuk provinsi dan 49 persen untuk daerah,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Zaenul nantinya pihak pusat menyerahkan ke PT Sipen Jateng Petro Energi bersama RME untuk membentuk BUMD khusus PI.

“PI ini memang sifatnya mandatori dari K3S, memang ada kewajiban dari K3S yang harus menawarkan penyertaan saham sebesar 10 persen kepada daerah, dalam hal ini daerah diwakili oleh Gubernur sebagai koordinator,” ucapnya.

Zaenul menambahkan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tahun 2021 ini siap untuk menyetorkan deviden. Mengenai besaran dan mekanisme, pihaknya mengikuti sesuai aturan yang berlaku.

“Yang jelas kami siap, ternyata didalam penyampaian deviden itu aturan tersendiri. Jadi didalam UU PT bahwa sebelum kita mencantumkan deviden, kita harus menutup saldo negatif yang ada di akutansi keuangan terlebih dulu. Bulan Agustus sampai Desember inilah yang akan menjadikan dasar perhitungan berapa deviden yang nantinya akan disetorkan,” bebernya

Sementara itu, dihubungi terpisah Plt Asisten Setda II Fahrudin mengatakan Bupati Rembang telah menghendaki terkait rencana kegiatan tersebut. Selain itu, pihaknya juga mengoreksi beberapa usulan kegiatan yang akan berlangsung pada 2022 nantinya.

“Jadi Bupati Rembang telah menghendaki rencana kegiatan tersebut. Dengan catatan tidak terlalu banyak dan meminta untuk fokus pada beberapa kegiatan saja,” terangnya.

Fahrudin menambahkan terkait rencana deviden sudah ditargetkan oleh Bupati Rembang senilai Rp 2,5 miliar. Nantinya, perhitungan pendapatan perusahaan tahun 2021 akan disetor ditahun 2022.

“Kami berharap segera ada realisasi oleh pihak pertamina perihal pembuatan sumur-sumur baru yang di prediksi masih banyak terdapat di Rembang ini, karena semua kewenangan ada pada pihak Pertamina,” pungkasnya. (MM)