REMBANG,Mediatajam. Com -Tingginya volume kendaraan berat yang melintas di Jalan lingkar Rembang membuat ruas jalan tersebut kembali rusak, berlubang dan bergelombang. Tak pelak, atas kondisi tersebut membuat warga yang tinggal di sekitar jalan itu mengeluh.
Akibat kerusakan itu kondisi jalan berdebu , sehingga mengganggu aktifitas warga. Wargapun mendesak agar pemkab Rembang segera memperbaiki.
Menanggapi adanya keluhan itu Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan, saat ini tahapan proses pembangunan jalan masih perencanaan. Diharapkan, pada akhir bulan Mei ini sudah masuk dalam tahapan pelelangan.
“Jadi ini sudah proses, kalau hitung-hitungan ya nanti akhir Mei kita lelang, maka awal Juli dipastikan pembangunannya dimulai mulai,” kata Bupati kepada wartawan, baru-baru ini.
Lebih lanjut Bupati Hafidz menyebutkan, jalan akan dibangun dengan betonisasi. Fokus pengerjaannya mulai dari perempatan Galonan kea rah timur. Bupati pun membeberkan anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp 15 Milyar.
“Ya itu kita beton, semua. Dengan anggaran Rp 15 Milyar. Mulai dari bangjo Galonan, sampai habisnya uang Rp 15 Milyar,” jelasnya.
Tak hanya kearah timur, Bupati juga menyebut akan membangun jalan dari perempatan Galonan kea rah Barat menuju Desa Ketanggi. Anggaran yang disiapkan lebih sedikit, berkisar Rp 2,9 Milyar dengan tipe pengerjaan cor.
“Ke barat 2,9 M untuk cor, karena itu kan ada Gudang Aqua itu, nanti kita cor, kan langganan banjir. Sedangkan yang timur itu semua kita usahakan sampai ke soklin,” papar Bupati.
Jalanan Desa Ngotet, Weton hingga Desa Tireman selama setahun terakhir sangat dikeluhkan oleh warga. Sebab jalur tersebut menjadi jalur utama mobilitas truk pengangkut bahan maupun hasil produksi PT Semen Gresik di Rembang.
Imbasnya, jalur tersebut berkali-kali mengalami kerusakan parah. Tak hanya itu, paparan debu yang dihasilkan kendaraan yang melintas kerap menganggu aktifitas warga.
Jumeri, warga Desa Weton mengaku senang mendapat kabar tersebut. Pasalnya, selama ini menurutnya warga sudah cukup bertahan dengan kondisi debu dan jalanan yang rusak.
“Kalau memang informasi besok Juli itu benar akan dibangun ya saya sangat bersyukur. Kondisi ini kan sudah kami tahan semenjak ada truk Semen yang lewat sini, ya sekitar setahunan,” katanya. (Hasan Yahya)




