Tajam News

Dampak Inbox ,Pedagang Kaki Lima Terancam Kehilangan Omzet Puluhan Juta

REMBANG,Mediatajam. Com – Dua Pedagang Kaki Lima (PKL) yang setiap harinya mangkal di Alun-alun Rembang bagian timur terhitung
sejak hari Selasa (17/4) kemarin hingga Minggu (22 /4) tidak bisa berjualan .

Pasalnya tempat yang biasa digunakan untuk usaha mereka tertutup oleh puluhan tenda festival yang digelar oleh salah satu stasiun televisi swasta bekerja sama dengan Pemkab Rembang .

Kendati Dinas Perindutrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) setempat telah merelokasi tempat sementara untuk PKL di sebelah utara alun-alun namun tidak berhasil menampung mereka .Akibat kondisi itu, mereka terancam kehilangan omzet penghasilan sebesar Rp 20,4 juta.
Perhitungan besaran omzet yang hilang sebesar itu berasal dari dua PKL tersebut

Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Rembang, Jumadi mengatakan dua PKL yang tidak kebagian tempat relokasi sementara itu adalah dirinya dan PKL bernama Jumari. Selama ini, ia berjualan nasi uduk dan ayam, sedangkan Jumari berjualan nasi rawon dan campur.

“Selain berjualan di alun-alun, saya dan Pak Jumari ya tidak bekerja lainnya. Rata-rata pendapatan kotor PKL alun-alun antara Rp 1,5 juta sampai Rp 1,7 juta. Kalau pendapatan bersih bisa mencapai Rp 300 ribu semalam,” terang Jumadi.

Meskipun tidak bisa berjualan dan kehilangan potensi omzet cukup besar, namun Jumadi mengaku tidak mempersoalkan hal itu. Menurutnya, ia sudah sering berjualan, sedangkan hiburan musik Inbox yang diadakan Pemkab belum tentu ada setiap tahun.

Sementara itu Sekretaris Disperindagkop Kabupaten Rembang, Susilo Hadi menegaskan, relokasi sementara PKL alun-alun sudah dilakukan . Pihaknya telah menyediakan tenda untuk berjualan PKL di utara alun-alun dengan jumlah total 18 . Tenda sudah terpasang sejak 17 April dan akan didirikan hingga acara Inbox selesai, 22 April 2018 mendatang.

“Lima hari mereka kami relokasi lantaran ada festival jamu di timur alun-alun.Kemungkinan hari pertama PKL agak bingung saya tetap optimistis PKL mendapatkan banyak pengunjung.”ungkapnya

Selain PKL Imbas dari festival musik oleh salah satu stasiun televisi swasta yang bekerja sama dengan Pemkab Rembang, juga dirasakan oleh Sekolah Dasar (SD) Negeri Kutoharjo 2 Rembang yang berada di sebelah timur Alun-alun kota Rembang.Pintu gerbang utama sekolah yang berada di sisi timur Alun-alun kota Rembang itu tertutup dengan sejumlah stand. Sehingga, pihak sekolah terpaksa memindah akses keluar masuk siswa ke sisi selatan sekolah, lewat gerbang kecil.

Guru SDN 2 Kutoharjo, Mohammad Achsin mengakui, aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut cukup terganggu. Terlebih, saat ini kelas VI sedang menjalani ujian praktik.

‘Kalau terganggu ya pasti terganggu. Memang kan acara di alun-alun juga sering. Soal tenda yang dipasang di depan sekolah nanti kita bisa siasati melalui pintu kecil yang di samping,” terangnya (Hasan Yahya)