Tajam News

Dana Sertifikasi Molor ,Guru Dirembang Gembor

REMBANG,Mediatajam.Com – Molornya pencairan dana sertifikasi guru triwulan pertama tahun 2018 dikeluhkan Guru di Rembang. Selain itu, para guru juga tak mengetahui secara pasti penyebab molornya pencairan dana sertivikasi yang biasanya keluar setiap tiga bulan sekali.

Salah satu guru yang juga kepala MI Manbaul Ilmin Nafi Sarang Muhdor mengakui jika pencairan sertivikasi tri wulan oertama tahun 2018 molor.

“Tri wulan pertama kemarin sih ya belum cair. Tapi saya gak tau kendalanya apa kok belum cair,”katanya.

Kemudian ia juga menjelaskan jika setiap tiga bulan sekali dana tersebut bisa tepat waktu dicairkan melalui ATM bank negara indonesia (BNI)

“Biasanya kalau cair 3 bulan sekali. Contoh triwulan pertama Januari – Maret, biasanya cair di bulan April. April – Juni cair di bulan Juli dan seterusnya. Namun untuk tahun ini di bank Jateng. Dahulu di BNI,”paparnya.

Hanya saja, mengenai hal itu, pihaknya juga tengah mengkonfirmasi kepada Kemenag bahwa sertivikasi bakal dicairkan per tanggal 8 Mei 2018.

“Tapi tadi saya telpon ke pak Jasim kasi Penma katanya Selasa ini sudah cair. Biasa April akhir sudah cair. Ini kok sampai di bulan Mei,”tanya dia.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan jika untuk pencairan di Bank Jateng, pihaknya mengatakan bahwa hany membawa KTP dan nomor rekening.

“Mulai tri wulan Bulan Maret 2018 ini aja dari bank BPD ATM nya belum jadi dan itupun langsung pakai rekening biasa, manual dengan hadir di BPD Jateng. Sebab ATM Bank Jateng belum ada,”ungkapnya.

Sementara itu Kepala Kemenag Rembang Athoillah saat dikonfirmasi mediatajam.con melalui WhatsApp mengatakan molornya sertivikasi bukan hanya guru swasta saja . Bahkan yang negeri, di MIN dan Madrasah swasta juga.

“Inikan masih masa transisi penganggaran MIN masuk di Kemenag butuh penyesuaian, penyerahan data guru yang tidak tepat by name by adres,”katanya.

Kemudian ia juga mengutarakan jika harus ada ferivikasi data yang ada.

“Sehingga harus diverifikasi okeh pihak kami, perbangkan, dan KPPN Pati, satu guru saja salah titik koma,maka akan mempengaruhi semua. Mohon semua bersabar,kami sudah menindak lanjuti hal tersebut,”pungkasnya. (Hasan Yahya)