REMBANG,MediaTajam.Com -Ratusan warga negara asing (WNA) yang berada diwilayah Kabupaten Rembang tahun 2017 ini belum diketahui jumlahnya secara pasti apakah berkurang atau justru bertambah.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Ketahanan Bangsa Kantor Kesbangpolinmas Kab Rembang Suntono.
“Untuk keberadaan warga asing di Rembang data terakhir pada tahun 2016 lalu ada sekitar 184 orang. Nomor satu didominasi asal Cina sebesar 20 persen dari jumlah tersebut ,selebihnya warga Taiwan, India, Nigeria, Malaysia, Jepang , warga negara asing itu tentunya sesuai data dipasport ada yang berstatus sebagai pekerja, wisatawan maupun ikut istri pulang ke rembang”bebernya
Dia melanjutkan, untuk pemantauan itu tentunya pihak Kesbangpolinmas bekerjasama dengan pihak Kecamatan masing masing.
“Saat ini masih menunggu data terbaru dari Kecamatan yang ada. Sebab tahun 2017 ini belum ada satupun rekapitulasi terbaru yang di kirimkan ke kami ” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengutarakan bahwa pemantauan itu harus berdasarkan kerjasama dengan kantor Imigrasi Pati. Sebab Kesbangpolinmas selaku anggota pendataan orang asing yang ada di wilayah masing masing kabupaten.
“Bilamana ada pemantauan secara besar tentunya itu dari Imigrasi Pati. Sebab kita (Kesbangpolinmas) selaku anggota pengawasan, pendataan warga asing yang ada di wilayah masing masing kota atau kabupaten,” ujarnya.
Kemudian saat disinggung mengenai daerah mana saja yang disinggahi warga asing, pihaknya menjabarakan bahwa wilayah itu berada di sepanjang jalur Pantura mulai Rembang Kota Lasem , Sluke , Kragan , Sarang perbatasan Jawa Tengah -Jawa Timur
Kasat Intelkam Polres Rembang AKP Sigit Akhsanudin selaku tim pengawas orang asing saat dikonfirmasi mengatakan untuk data orang asing tahun 2017 ini Polres Rembang belum mendapat informasi dari instansi terkait
“Kami belum dapat data dari kantor imigrasi coba besok akan kami tanyakan , untuk pengawasan juga tidak efektif .”terangnya secara singkat
Berdasarkan pantauan warga negara asing yang berada di wilayah Rembang bagian timur ada yang tinggal lama ditempat perusahaannya namun belum diketahui secara pasti status pasportnya.**Hasan Yahya


