Tajam News

Dewan Minta Undip Prioritaskan Warga Rembang

REMBANG,Mediatajam. Com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyambut antusias gagasan  Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang akan membuka perkuliahan di Rembang

Bupati Rembang, Abdul Hafidz meniali  gagasan tersebut sebagai salah satu upaya untuk memajukan dunia pendidikan Kabupaten Rembang.

Dipilihnya Tekhnologi Informasi, karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, siapa saja yang menguasai tekhnologi dan informasi, dialah yang mampu menguasai dunia. Maka ia meminta bagi lulusan SMA sederajat, kelak kalau ingin kuliah di bidang IT, tidak perlu jauh – jauh keluar daerah. Targetnya, tahun 2018 ini sudah mulai persiapan membuka aktivitas perkuliahan.

“Insyallah tahun ini akan dimulai, meski belum ada sarana yang memadai. Kenapa kita buka Tekhnologi Informasi, karena bidang tersebut sangat strategis kedepan. Anak – anak lulusan sekolah menengah, akan lebih mudah nantinya untuk kuliah. Lebih dekat, pengeluaran juga bisa dihemat, “ kata Hafidz.

Abdul Hafidz menambahkan proses perkuliahan berada di Rembang, namun sumber daya dosen maupun pengelolaan manajemennya, ditangani oleh Undip Semarang. Kabupaten Rembang bertugas menyediakan lahan dan tempat kampus.

Kebetulan Pemkab juga telah menyiapkan lahan sekira 15 hektar. Jika terealisasi, perkiraan mampu menampung 10 ribu orang mahasiswa. Namun ia belum memperinci tanah yang dimaksud.

Dengan bertambahnya perguruan tinggi, Bupati berharap antara hulu dan hilir menyambung. Hulu adalah perguruan tinggi pencetak tenaga berkompeten, sedangkan hilir merupakan pabrik – pabrik yang beroperasi di Kabupaten Rembang. Mereka juga akan membutuhkan tenaga terampil di bidang IT.

“Semua pembiayaan operasional yang nanggung dari Undip, kita sebatas menyiapkan tempat. Masih terus dikaji ini. Bayangkan kalau ada 10 ribu mahasiswa di sini. Perguruan tinggi ada, pabriknya ada. Jadi hulu hilir bisa nyambung. Kalau hulu ada hilir nggak ada, lulusan ya lari. Begitu pula hulu nggak ada hilir ada, dimanfaatkan orang lain, “ imbuhnya.

Sementara itu Wakik Ketua DPRD Rembang Gunasih mengaku bahwa ia dan pimpinan DPRD lainnya mempunyai permintaan bahwa jika ada UNDIP di Rembang maka ada dua point yang dilontarkan ke Pemda Rembang.

“Kemarin tanggal 4 Juni rapat pimpinan dewan dan lainnya membahas ini dengan Bupati. Yang kita harapkan dan mintakan kepada pemda yakni jika sudah ada MoU maka warga Rembang harus diprioritaskan,”katanya.

Prioritas yang diminta yakni penerimaan mahasiswa Rembang harus dimaksimalkan. Dan yang kedua yakni khusus warga Rembang biaya kukiah harus lebih murah dibandingkan mahasiswa lainnya.

“Kita yang mempunyai tanah, yang menghibahkan tanah untuk UNDIP, maka permintaan kita ada dua. Yaitu penerimaan mahasiswa baru warga Rembang harus diutamakan. Yang kedua yakni masalah biaya. Biaya warga Rembang harus terjangkau,”pintanya.

Di suatu sisi, pihaknya juga bakal melakukan studi banding ke Batang dan Pekalongan. Mengingat kedua Kabupaten tersebut dinilai sudah melakukan MoU dengan UNDIP pada tahun lalu.

“Tentunya kita akan studi banding ke sana. Yakni Batang dan Pekalongan. Sebab di sana menurut informasinya sudah melakukan MoU dengan UNDIP menganai penghibahan tanah. Baik itu prosesnya bagaimana prosedurnya bagaimana dan sejenisnya,”pungkasnya. (Hasan Yahya)