Tajam News

DICARI…! Calon Presiden Yang Siap Menanggung Resiko Kematian Rakyatnya

Jepara,,Mediatajam. Com_Rakyat Indonesia membutuhkan Presiden yang siap menanggung resiko atas setiap kematian, sakit dan kecelakaan rakyatnya. Pasalnya, Hidup adalah RESIKO. Karena itu, Guna meminimalkan risiko adalah dengan memiliki ASURANSI.

Namun terkadang seseorang takut memiliki asuransi lantaran pembayaran premi yang tidak murah. Penghasilan yang minim membuat sebagian orang merasa takut membeli asuransi.

Padahal, dalam konteks perencanaan kehidupan, asuransi jiwa menjadi pilar utama, karena bertujuan memproteksi aset terbesar yang kita miliki. Aset terbesar itu adalah diri kita sendiri. Ketika seorang pencari nafkah mengalami resiko sakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia, nilai ekonomis / kemampuannya mencari nafkah akan turun atau bahkan hilang.

Demikian terungkap dalam Diskusi Surat Kabar Jenius bertajuk “Pentingnya Asuransi Jiwa Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” yang dihadiri antara lain oleh Sultan Demak, DYMM Sri Sultan Suryo Alam Joyokusumo, Sultan Jepara (Pelestarian), DYMM Sultan Abdul Djalil Khalifatullah, Abah Sulthon Ki Ageng Sendang Semarang, dan Kepala Cabang Asuransi Jiwasraya Semarang Timur, Astried Sulastri, SE.

Menurut Kangjeng Sultan Demak, sudah waktunya rakyat Indonesia mempunyai Presiden yang bersedia membayarkan PREMI ASURANSI JIWA untuk rakyatnya. Sehingga seluruh rakyat mendapatkan jasa ASURANSI KEHIDUPAN (life Insurance) dan asuransi kesehatan dasar (BASIC HEALTH CARE) tanpa pandang bulu. “Tidak boleh lagi rakyat kecil yang menderita sakit masih diperas lagi oleh pembayaran yang mahal dari layanan kesehatan yang tidak terjangkau” kata Kangjeng Sultan Suryo Alam.

Sementara itu, Kangjeng Sultan Jepara mengingatkan bahwa selama ini, para nelayan tidak mendapat pertanggunggan dari negara. Padahal, profesi nelayan memiliki risiko yang cukup tinggi, yang dapat mengancam jiwa dan keselamatan. Saat melakukan kegiatan penangkapan ikan, nelayan seringkali dihadapkan pada cuaca yang tidak bersahabat hingga mengakibatkan kecelakaan, dan seringkali terjadi tabrakan di laut. “ Nah, Saat nelayan hilang tertelan samudera. Bagaimana pertanggungjawaban negara?” tanya Kangjeng Sultan Abdul Djalil.

Karena itulah Menurut Sultan Jepara itu, Seluruh Rakyat Indonesia harus mempunyai POLIS ASURANSI yang preminya dibayar oleh negara. Sehingga seluruh nelayan pun mendapat pertanggungan jiwa. Selanjutnya apabila terjadi kecelakaan kerja maka para nelayan ataupun keluarganya dapat mengklaim asuransi dan melanjutkan hidup kembali berbekal uang santunan.

“Inilah tanda KEHADIRAN NEGARA ditengah rakyatnya. Karena itulah menjadi tanggung jawab negara untuk membayarkan premi, sehingga ketika berada di laut nelayan akan terlindungi,” Pungkas Sultan Abdul Djalil.**az