Tajam News

Diduga Kades Borimatangkasa Lakukan Pemecatan 16 RT/RW Bersama Linmas

Gowa,mediatajam.com – Akhmad Dg Sikki Kepala desa (Kades) borimatangkasa, yang baru dilantik, dituding warga sebagai diktator.

Pasalnya, Kades tersebut di sinyalir melakukan pemberhentian aparat desa ( RT, RW dan Linmas) lembaga Masyarakat secara sepihak.

Dia dituding pengangkatan RT/RW beserta linmas di desa tersebut saat ini tidak melakukan musyawarah dengan warga dan mengabaikan tugasnya sebagai kepala desa.

Terkait hal tersubut awak media menemui salah satu warga yang di berhentikan secara sepihak oleh kepala desa tersebut yang enggan di sebutkan namanya mengatakan bahwa selama ini kerja kami baik.

“wargapun tidak ada yang mengeluh dengan pelanyanan kami selama kami menjabat sebagai aparat desa tapi kenapa tiba tiba diberhentikan tanpa ada pembetitahuan sebelumnya dan dimusyawarakan terlebih dahulu. Kesalnya.

“Jika dimikian harusnya diketahui oleh Camat Drs.H. Darwis S. Sos selaku pengawas dan Kordinator dalam lingkup pemerintahan di kecamatan bajeng Barat itu sendiri. Ungkapnya

“tidak boleh dilakukan kepala desa secara sepihak tanpa adanya musyawarah dan hasilnya harus disepakati bersama dalam bentuk tertulis yaitu berita acara, kami tidak menyetujui hal tersebut,” tambahnya

“Terpilihnya kami sebagai RT dan RW telah melalui musyawarah dan mufakat, sesuai dengan pasal 19 D Peraturan Menteri Dalam Negeri no 5 tahun 2007 tentang pedoman penataan kemasyarakatan,” imbuhnya.

Ditempat yang berbeda ketua badan aliansi indonesia (sulsel) Makkulau Basir, mengatakan, bawasanya pemberhentian RT dan RW harus sesuai aturan yang ada dan tidak dilakukan semena-mena tanpa alasan yang jelas. ungkapnya

“jika selama ini pemberhentian dan pengangkatan RT dan RW oleh kepala desa terpilih. Akhmad dg sikki sendiri selaku Kades Borimatangkasa yang baru tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum memberhentikan aparat desa dan melakukan musyawarah.

Untuk diketahui, perihal pemberhentian kepada aparatur Desa RT / RW ini menimbulkan perpecahan di masyarakat, situasi desa tidak lagi kondusif.

“Masyarakat pun sudah terkotak-kotak. Selama ini tidak pernah terjadi masalah seperti yang terjadi saat ini,” ucapnya.

“Kami Pihak Lembaga Badan Aliansi Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan pelaporan kepihak yang terkait”, tutupnya

Hingga berita ini di tayangkan belum ada klarifikasi dari kepala desa Borimatangkasa.*”Tim