PATI,MEDIATAJAM.COM _ Pelaksanaan ujian tertulis pengisian perangkat desa, di desa Plumbungan Kecamatan Gabus Kabupaten Pati sudah selesai dilakukan, namun puluhan warga dengan tegas menolak dan memprotes hasil ujian tersebut, alasanya diduga tidak transparan sehingga warga menuntut agar hasil pelaksanaan ujian itu minta untuk diulang.
Puluhan warga desa Plumbungan pada Sabtu Siang (28/4) melakukan orasi di Kantor Balai desa, mereka mempertanyakan hasil ujian yang dianggap tidak adil, pasalnya dari peserta ujian yang berijazah sarjana tidak lulus.
Warga semakin tersulut emosinya ketika tuntutannya tidak mendapat respon dari pihak panitia, bahkan saat camat Gabus Dra. Niken Safitri ditanya warga langsung meninggalkan Kantor Balai Desa bergegas terus naik mobil tanpa mau komentar.
Perwakilan Warga, Sahuri saat ditanya Media TAJAM mengatakan, sebelum pelaksanaan ujian tertulis dilaksanakan, peserta minta supaya soalnya dibuat di Balai Desa, namun pihak panitia tidak menghendaki.
”Sehingga hasilnya seperti ini yaitu untuk calon perangkat yang tidak orangnya Kades tidak lulus meskipun seorang sarjana, kenyataanya calon yang orangnya Kades bisa lulus padahal baru lulus SMA, kami butuh keadilan dan tetap menuntut ujian harus diulang lagi,” katanya penuh semangat.
Sahuri menambahkan Ketua panitia yang juga sebagai Suami Kepala Desa Plumbungan dianggap tidak terbuka dalam pelaksanaan ujian perangkat desa, itu dibuktikan dari calon perangkat desa yang lolos masih berhubungan saudara.
” Jika nantinya tetap dilakukan pelantikan kita akan batalkan sebab banyak kebohongan, yang dilakukan oleh panitia apapun hasilnya pengisian perangkat desa Plumbungan ini tidak sah,”imbuhnya.
Dalam ujian tertulis tersebut diikuti 6 peserta untuk mengisi 3 lowongan jabatan yaitu Kasi Pembangunan, Satf Administrasi dan Umum serta Staf Kesra. Ujian tertulis dihadiri Kapolsek Gabus AKP Sutoto, SH, Danramil Gabus Letnan satu Chb Wasis, tokoh masyarakat, Ketua BPD beserta anggota dan ketua RT/RW. (Didik)





