Tajam News

Dijanjikan Jadi Karyawan PDAM Demak, Agus dan 13 Temannya Rugi Ratusan Juta

Demak,mediatajam.com – Berharap bisa masuk jadi karyawan PDAM Demak 14 orang ini malah tekor ratusan juta rupiah akibat SK yang diterimanya ternyata bodong alias palsu. Salah satu korban Agus Cahyo M (23) warga Kedung Uter, RT. 01, RW 02, Kec. Karang Tengah dan Eka Armianto (24) asal Desa Karang, Wonosalam Demak langsung lemes begitu tahu bahwa SK yang mereka terima untuk menjadi Karyawan PDAM Kab. Demak itu bodong (aspal).

Tak hanya mereka berdua ternyata ada juga 12 orang korban lainnya. Padahal untuk mendaftar menjadi karyawan PDAM itu, mereka harus setor puluhan hingga ratusan juta rupiah. Karena merasa tertipu, Agus Cahyo Mardiko (korban penipuan) akhirnya melapor ke Mapolres Demak.

Sebelum membuat pengaduan ke Polres, Agus (korban) memang sempat menemui WT (Orang yang merekrut sekaligus menerima uang dari para calon Karyawan di rumahnya bersama Toliman (ayahnya) dan Yoyok Sakiran (pamannya).

Kedatangan korban ke rumah WT ingin menyelesaikan persoalannya secara kekeluargaan, namun respon WT tidak baik, malah dia justru menyerahkan persoalannya pada salah satu anggota LSM, yang menyebabkan Yoyok Sakiran yang juga ketua DPD BPAN-LAI Jateng tersinggung hingga akhirnya kasus ini dilaporkan ke Polres Demak.
Saat diklarifikasi olah Yoyok Sakiran, WT mengakui memang bener dia menerima uang korban. Menurut WT, uang itu diserahkan kepada AM, orang yang paling bertanggungjawab merekrut calon karyawan PDAM tersebut.

Yoyok Sakiran kepada awak media mengungkapkan, “bahwa korban pelaku AM ini cukup banyak, sementara pelaku tidak ada itikad baik untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan”, terang Yoyok Sakiran.
“Malah pelaku ini menebar berita hoax di media online, menyerang diri dan lembaga yang saya pimpin”,tambah Yoyok.

Khusus berita hoax yang disebarkan melalui media online oleh pelaku, juga akan dilaporkan sebagai tindakan pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter, baik sebagai pribadi maupun sebagai ketua Lembaga Aliansi Indonesia.

Agus Cahyo Mardiko didampingi Toliman dan Sulasih (Orang tua Agus), kepada awak media bercerita, kejadian berawal pada bulan Mei 2020 korban mendapat informasi dari pamannya (Dahlan), menyampaikan bahwa ada lowongan calon karyawan PDAM Cabang Wonosalam, Demak. Dahlan dapat informasi dari WT, Karyawan bagian distribusi Kantor PDAM Cabang Wonosalam, Demak.

Dari informasi itu, Agus segera membuat lamaran pekerjaan, dengan menyertakan persyaratan khusus sesuai yang diminta WT, yaitu uang sebesar Rp 15jt, dari total uang sejumlah Rp 90jt yang diminta olah WT sebagai syarat menjadi karyawan PDAM Cabang Wonosalam, Demak.

WT kemudian berjanji akan ada surat panggilan kerja bulan Desember 2020 setelah Pilkada Demak. Pada 14 Desember 2020, Ia menerima surat panggilan yang dikirim via Pos. Yang isinya korban diminta untuk registrasi persyaratan pendaftaran pegawai di PDAM Kab. Demak. Bersamaan dengan pengiriman berkas persyaratan pendaftaran pegawai itulah, Agus kembali menyerahkan dana Rp 75jt.
Masih menurut korban, SK penerimaan sebagai karyawan PDAM, menurut WT akan turun Januari 2021. Namun ditunggu sampai bulan Februari SK tersebut tidak kunjung diterima. Baru tanggal 07 Februari 2021 SK itu turun.

“SK itu diberikan Pak AM di dalam mobil, di parkiran Diklat PDAM Buaran Demak. Pak AnM bilang, bahwa 14 April bisa mulai masuk kerja sebagai Staf Bagian Teknik. Sampai sekarang ternyata tidak ada kabarnya. Malah belakangan saya menerima kabar bahwa SK tersebut bodong”, jelas Agus.

Sementara, Direktur PJs PDAM Qomarul Huda, SH. Saat dikonfirmasi awak media mengatakan, bila sampai saat ini PDAM belum ada kebijakan untuk merekrut karyawan baru.
Oleh karena itu juga tidak mengetahui sama sekali adanya SK dari Direktur PDAM tersebut. Sebab SK itu tidak dari lembaganya yang mengeluarkan. Huda mempersilakan bila ada pihak yang merasa dirugikan untuk melapor ke pihak aparat penegak hukum.

Selain Agus dan Eka, masih ada 12 nama lainnya yang menjadi korban menerima SK bodong. Yaitu, Fitri Anugerah Sari, Arthit Asri Jayanti Hardiman, Carolin Ariyanipatai, Novianto Asharry, Deni Febriyanto, Andhi Reza Fahlevi, Yuli Rahmawati AW, M.Aris Maulana, M.Amirudin Aziz, Rina Puspitasari, Joko Supratiyo dan Aditya Ananda.

Dari 14 korban tersebut baru Agus yang melapor ke Polisi perihal kasus penipuan tersebut.**GIK/HER